Petunjuk Pelaksanaan KRI 2020
Laman KRI
Kontes Robot Indonesia (KRI)
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, mulai mendanai, mengkoordinasikan dan bertanggungjawab menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI) pada tahun 2003 yaitu KRI-5 yang diselenggarakan di Universitas Indonesia Jakarta yang diikuti oleh 34 tim perguruan tinggi.Penanggungjawab di kementerian juga mengalami perubahan sejalan dengan reorganisasi, yaitu mulai tahun 2015 oleh Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaa, dan mulai tahun 2020 dikoordinasikan oleh Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jenderal.
Mulai 2003, jumlah peserta dan divisi terus meningkat sampai menjadi seperti sekarang ini yang melombakan 5 (lima) divisi, yaitu:
- Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI),
- Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe beroda,
- Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe berkaki,
- Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI).
- Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI),
Diselenggarakan di 5 Wilayah Tingkat Regional (bisa berkurang/berubah menyesuaikan dengan kondisi), yang mencakup:
Para pemenang di tingkat regional akan mengikuti kontes tingkat nasional yang sebagian divisi Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional merupakan seleksi kontes tingkat internasional yaitu:
Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) merupakan metaforfosis dari Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Robo Soccer Humanoid League (RSHL) yang terakhir kontes tahun 2012.
KRSBI adalah salah satu program kreativitas mahasiswa yang sangat strategis yang ke depannya didesain untuk dapat menjadi unggulan obyek penelitian dan edukasi rekayasa robotika tingkat dunia dengan kiblat langsung kepada komunitas yang sama di seluruh dunia. Kontes ini menjadi ajang kualifikasi nasional untuk mewakili Indonesia dalam RoboCup yang merupakan kompetisi robot sepakbola resmi tingkat dunia di bawah organisasi RoboCup (http://www.robocup.org), seperti organisasi FIFA dalam kejuaraan dunia sepakbola manusia.
Sejak tahun 2012 Indonesia mengirim wakilnya ke RoboCup 2012 di Mexico dan berhasil menempatkan timnya - EROS dari PENS yang menjadi juara nasional tahun 2011 - hingga babak 16 besar dan berada di urutan ke-12. Tahun 2013 dengan tim yg sama- EROS, setelah menjuarai tingkat nasional tahun 2012, berhasil meningkatkan prestasinya ke 8-besar dan menduduki peringkat ke-5 dunia. Di tahun 2014 RoboCup yang telah digelar di Brazil persis setelah final Piala Dunia 2014 kemarin Indonesia berhasil memperbaiki peringkatnya dengan menduduki posisi 4 besar melalui tim yang sama.
Sesuai dengan namanya: humanoid league, maka dalam divisi ini peserta diharuskan membuat robot humanoid, robot mirip manusia dengan tinggi antara 40 hingga 90 cm yang dapat bermain sepakbola seperti pada pertandingan sepakbola yang sangat populer di masyarakat.
Tujuannya adalah:
Indonesia telah mengadakan beberapa kali Kontes Robot Indonesia (KRI), dimana pemenangnya sebagai wakil Indonesia untuk mengikuti kontes robot tingkat internasional yang diselenggarakan di beberapa negara Asia seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, Cina, Malaysia, Vietnam dan lain-lain. Bahkan salah satu peserta yang mewakili Indonesia pada tahun 2001 yaitu tim B-Cak dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) pernah memenangkan Juara Pertama pada Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon yang diselenggarakan di Koriyama, Fukushima–Jepang.
Pada saat penyelenggaraan KRI Tahun 2003, dirasakan perlunya suatu jenis kontes robot serupa yang secara khusus memiliki kecerdasan buatan. Oleh karena itu, pada tahun 2004 diselenggarakanlah Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk yang pertama kalinya guna mendorong peningkatan kualitas robot terutama pada sistem kontrolnya. Sejak tahun 2013, namanya sepakat diganti dengan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI).
Untuk selanjutnya penyelenggaraan KRPAI diharapkan dapat berjalan secara paralel dan saling melengkapi dengan penyelenggaraan KRI dimasa-masa mendatang, sehingga diharapkan kemampuan robot yang akan ikut dalam kontes robot tersebut akan semakin meningkat secara tajam. Keberhasilan penyelenggaraan KRPAI selama ini dapat dibuktikan dengan perolehan medali emas dua kali untuk kategori Fire Fighting Robot Contest beroda dan berkaki pada Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat.
Format aturan pertandingan dalam KRPAI dipilih dari aturan kontes robot sejenis yang telah diselenggarakan secara teratur yaitu Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat.
Tujuan KRPAI adalah:
Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) merupakan suatu ajang kompetisi perancangan dan pembuatan robot yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya bangsa yang telah terkenal di bumi pertiwi. KRSI pertama kali diadakan pada tahun 2009 yang mengangkat tema ”Robot Penari Jaipong”, tahun 2010 dengan mengangkat tema ”Robot Penari Pendet” , tahun 2011 dengan mengangkat tema ”Robot Penari Kelono Topeng”dan tahun 2012 mengangkat tema “Robot Penari Piring”. Tema ditentukan oleh tuan rumah berkordinasi dengan Tim Pusat.
Setiap tim peserta yang terdiri atas 3(tiga) mahasiswa dengan seorang dosen pembimbing, diwajibkan untuk membuat satu robot untuk menampilkan seni budaya yang diinginkan sesuai tema kontes.
Tujuan KRSI adalah:
- Regional 1 yang meliputi Wilayah Sumatera dan sekitarnya;
- Regional 2 meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan sekitarnya;
- Regional 3 meliputi Wilayah Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya;
- Regional 4 meliputi Jawa Timur dan sekitarnya, dan
- Regional 5 meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua
Para pemenang di tingkat regional akan mengikuti kontes tingkat nasional yang sebagian divisi Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional merupakan seleksi kontes tingkat internasional yaitu:
- ABU (Asia-Pasific Broadcasting Union) untuk KRAI,
- RoboCup untuk KRSBI, dan
- RoboCon untuk Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI).
Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI)
Setiap tahun Indonesia mengikuti kontes robot tingkat Internasional ABU Robocon yang merupakan lomba yang diselenggarakan di negara yang ditunjuk oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU). ABU adalah organisasi penyiaran di kawasan negara-negara Asia Pasifik yang beranggotakan lebih dari seratus stasiun televisi dan radio dari lima puluh Negara. Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Televisi Republik Indonesia sebagai anggota.
Pemenang dari kelima Kontes Regional akan diundang untuk ikut serta dalam Kontes Nasional KRAI. Ketentuan pertandingan KRAI mengacu kepada aturan baku dari ABU Robocon, dimana setiap tim terdiri dari 3(tiga) orang mahasiswa dan 1(satu) orang dosen pembimbing, yang akan merancang, membuat, mengoperasikan dan mengatur strategi robot manual dan robot otomatis yang akan digunakan.
Pemenang Juara pertama kontes Nasional KRAI mewakili Indonesia dalam ABU Robocon.
Pemenang Juara pertama kontes Nasional KRAI mewakili Indonesia dalam ABU Robocon.
Tujuan KRAI adalah:
- Menumbuh-kembangkan dan meningkatkan kreatifitas mahasiswa di Perguruan Tinggi.
- Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke dalam dunia nyata.
- Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika.
- Membudayakan iklim kompetitif dilingkungan perguruan tinggi.
- Menentukan tim terbaik dari lima wilayah sebagai wakil untuk mengikuti kontes robot nasional KRAI.
- Menentukan duta bangsa untuk mewakili Indonesia dalam ABU Robocon.
Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI)
![]() |
| Tim Robot Sepak Bola Indonesia |
Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) merupakan metaforfosis dari Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Robo Soccer Humanoid League (RSHL) yang terakhir kontes tahun 2012.
KRSBI adalah salah satu program kreativitas mahasiswa yang sangat strategis yang ke depannya didesain untuk dapat menjadi unggulan obyek penelitian dan edukasi rekayasa robotika tingkat dunia dengan kiblat langsung kepada komunitas yang sama di seluruh dunia. Kontes ini menjadi ajang kualifikasi nasional untuk mewakili Indonesia dalam RoboCup yang merupakan kompetisi robot sepakbola resmi tingkat dunia di bawah organisasi RoboCup (http://www.robocup.org), seperti organisasi FIFA dalam kejuaraan dunia sepakbola manusia.
Sejak tahun 2012 Indonesia mengirim wakilnya ke RoboCup 2012 di Mexico dan berhasil menempatkan timnya - EROS dari PENS yang menjadi juara nasional tahun 2011 - hingga babak 16 besar dan berada di urutan ke-12. Tahun 2013 dengan tim yg sama- EROS, setelah menjuarai tingkat nasional tahun 2012, berhasil meningkatkan prestasinya ke 8-besar dan menduduki peringkat ke-5 dunia. Di tahun 2014 RoboCup yang telah digelar di Brazil persis setelah final Piala Dunia 2014 kemarin Indonesia berhasil memperbaiki peringkatnya dengan menduduki posisi 4 besar melalui tim yang sama.
Sesuai dengan namanya: humanoid league, maka dalam divisi ini peserta diharuskan membuat robot humanoid, robot mirip manusia dengan tinggi antara 40 hingga 90 cm yang dapat bermain sepakbola seperti pada pertandingan sepakbola yang sangat populer di masyarakat.
Tujuannya adalah:
- Agar Mahasiswa Indonesia makin terpacu untuk berkarya dan berprestasi di tingkat dunia melalui ajang kreativitas kontes robot.
- Sesuai dengan cita-cita organisasi ROBOCUP, yaitu bahwa pada tahun 2050 organisasi ini mampu mencetak tim sepakbola robot yang mampu melawan tim juara dunia sepakbola.
- Memberi dampak positif secara nasional agar mahasiswa dapat makin terpacu untuk berkreasi mengikuti perkembangan dunia robotika yang secara tidak langsung juga akan meningkatkan pemahaman dan penguasaan Iptek dan aplikasi robotika dalam dunia industri masa depan.
Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI)
Indonesia telah mengadakan beberapa kali Kontes Robot Indonesia (KRI), dimana pemenangnya sebagai wakil Indonesia untuk mengikuti kontes robot tingkat internasional yang diselenggarakan di beberapa negara Asia seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, Cina, Malaysia, Vietnam dan lain-lain. Bahkan salah satu peserta yang mewakili Indonesia pada tahun 2001 yaitu tim B-Cak dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) pernah memenangkan Juara Pertama pada Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon yang diselenggarakan di Koriyama, Fukushima–Jepang.
Pada saat penyelenggaraan KRI Tahun 2003, dirasakan perlunya suatu jenis kontes robot serupa yang secara khusus memiliki kecerdasan buatan. Oleh karena itu, pada tahun 2004 diselenggarakanlah Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk yang pertama kalinya guna mendorong peningkatan kualitas robot terutama pada sistem kontrolnya. Sejak tahun 2013, namanya sepakat diganti dengan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI).
Untuk selanjutnya penyelenggaraan KRPAI diharapkan dapat berjalan secara paralel dan saling melengkapi dengan penyelenggaraan KRI dimasa-masa mendatang, sehingga diharapkan kemampuan robot yang akan ikut dalam kontes robot tersebut akan semakin meningkat secara tajam. Keberhasilan penyelenggaraan KRPAI selama ini dapat dibuktikan dengan perolehan medali emas dua kali untuk kategori Fire Fighting Robot Contest beroda dan berkaki pada Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat.
Format aturan pertandingan dalam KRPAI dipilih dari aturan kontes robot sejenis yang telah diselenggarakan secara teratur yaitu Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat.
Tujuan KRPAI adalah:
- Menumbuh kembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa di Perguruan Tinggi;
- Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi kedalam dunia nyata;
- Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika;
- Membudayakan iklim kompetisi dilingkungan perguruan tinggi; dan
- Mendukung pengembangan dan penggunaan sistem kontrol yang lebih maju pada rancangan
Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI)
![]() |
| Kontes Robot Seni Indonesia |
Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) merupakan suatu ajang kompetisi perancangan dan pembuatan robot yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya bangsa yang telah terkenal di bumi pertiwi. KRSI pertama kali diadakan pada tahun 2009 yang mengangkat tema ”Robot Penari Jaipong”, tahun 2010 dengan mengangkat tema ”Robot Penari Pendet” , tahun 2011 dengan mengangkat tema ”Robot Penari Kelono Topeng”dan tahun 2012 mengangkat tema “Robot Penari Piring”. Tema ditentukan oleh tuan rumah berkordinasi dengan Tim Pusat.
Setiap tim peserta yang terdiri atas 3(tiga) mahasiswa dengan seorang dosen pembimbing, diwajibkan untuk membuat satu robot untuk menampilkan seni budaya yang diinginkan sesuai tema kontes.
Tujuan KRSI adalah:
- Menumbuh-kembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa di Perguruan Tinggi.
- Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke dalam dunia nyata.
- Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika.
- Meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap seni budaya bangsa.
- Membudayakan iklim kompetitif di lingkungan perguruan tinggi.



