Tampilkan postingan dengan label robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label robot. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2020

Kontes Robot Indonesia (KRI)


Petunjuk Pelaksanaan KRI 2020

Laman KRI 

Kontes Robot Indonesia (KRI)

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, mulai mendanai, mengkoordinasikan dan bertanggungjawab menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI) pada tahun 2003 yaitu KRI-5 yang diselenggarakan di Universitas Indonesia Jakarta yang diikuti oleh 34 tim perguruan tinggi.
Penanggungjawab di kementerian juga mengalami perubahan sejalan dengan reorganisasi, yaitu mulai tahun 2015 oleh Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaa, dan mulai tahun 2020 dikoordinasikan oleh Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jenderal.
Mulai 2003, jumlah peserta dan divisi terus meningkat sampai menjadi seperti sekarang ini yang melombakan 5 (lima) divisi, yaitu:
  1. Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), 
  2. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe beroda, 
  3. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) tipe berkaki, 
  4. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI).
  5. Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI),
Diselenggarakan di 5 Wilayah Tingkat Regional (bisa berkurang/berubah menyesuaikan dengan kondisi), yang mencakup:
  1. Regional 1 yang meliputi Wilayah Sumatera dan sekitarnya; 
  2. Regional 2 meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan sekitarnya; 
  3. Regional 3 meliputi Wilayah Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya; 
  4. Regional 4 meliputi Jawa Timur dan sekitarnya, dan
  5. Regional 5 meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua 
KRI baik regional maupun nasional dilaksanakan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk pelaksanaan Kontes tingkat regional dan Kontes tingkat Nasional.
Para pemenang di tingkat regional akan mengikuti kontes tingkat nasional yang sebagian divisi Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional merupakan seleksi kontes tingkat internasional yaitu:
  1. ABU (Asia-Pasific Broadcasting Union) untuk KRAI,
  2. RoboCup untuk KRSBI, dan 
  3. RoboCon untuk Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI).
Para peserta kontes tingkat internasional adalah para pemenang di tiga divisi KRI tingkat nasional.

Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI)

Setiap tahun Indonesia mengikuti kontes robot tingkat Internasional ABU Robocon yang merupakan lomba yang diselenggarakan di negara yang ditunjuk oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU). ABU adalah organisasi penyiaran di kawasan negara-negara Asia Pasifik yang beranggotakan lebih dari seratus stasiun televisi dan radio dari lima puluh Negara. Dalam hal ini Indonesia diwakili oleh Televisi Republik Indonesia sebagai anggota. 
Pemenang dari kelima Kontes Regional akan diundang untuk ikut serta dalam Kontes Nasional KRAI. Ketentuan pertandingan KRAI mengacu kepada aturan baku dari ABU Robocon, dimana setiap tim terdiri dari 3(tiga) orang mahasiswa dan 1(satu) orang dosen pembimbing, yang akan merancang, membuat, mengoperasikan dan mengatur strategi robot manual dan robot otomatis yang akan digunakan.
Pemenang Juara pertama kontes Nasional KRAI mewakili Indonesia dalam ABU Robocon.

Tujuan KRAI adalah: 
  1. Menumbuh-kembangkan dan meningkatkan kreatifitas mahasiswa di Perguruan Tinggi.
  2. Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke dalam dunia nyata.
  3. Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika.
  4. Membudayakan iklim kompetitif dilingkungan perguruan tinggi. 
  5. Menentukan tim terbaik dari lima wilayah sebagai wakil untuk mengikuti kontes robot nasional KRAI.
  6. Menentukan duta bangsa untuk mewakili Indonesia dalam ABU Robocon.

Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI)

Tim Robot Sepak Bola  Indonesia

Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) merupakan metaforfosis dari Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Robo Soccer Humanoid League (RSHL) yang terakhir kontes tahun 2012.
KRSBI adalah salah satu program kreativitas mahasiswa yang sangat strategis yang ke depannya didesain untuk dapat menjadi unggulan obyek penelitian dan edukasi rekayasa robotika tingkat dunia dengan kiblat langsung kepada komunitas yang sama di seluruh dunia. Kontes ini menjadi ajang kualifikasi nasional untuk mewakili Indonesia dalam RoboCup yang merupakan kompetisi robot sepakbola resmi tingkat dunia di bawah organisasi RoboCup (http://www.robocup.org), seperti organisasi FIFA dalam kejuaraan dunia sepakbola manusia.
Sejak tahun 2012 Indonesia mengirim wakilnya ke RoboCup 2012 di Mexico dan berhasil menempatkan timnya - EROS dari PENS yang menjadi juara nasional tahun 2011 - hingga babak 16 besar dan berada di urutan ke-12. Tahun 2013 dengan tim yg sama- EROS, setelah menjuarai tingkat nasional tahun 2012, berhasil meningkatkan prestasinya ke 8-besar dan menduduki peringkat ke-5 dunia. Di tahun 2014 RoboCup yang telah digelar di Brazil persis setelah final Piala Dunia 2014 kemarin Indonesia berhasil memperbaiki peringkatnya dengan menduduki posisi 4 besar melalui tim yang sama.

Sesuai dengan namanya: humanoid league, maka dalam divisi ini peserta diharuskan membuat robot humanoid, robot mirip manusia dengan tinggi antara 40 hingga 90 cm yang dapat bermain sepakbola seperti pada pertandingan sepakbola yang sangat populer di masyarakat.

Tujuannya adalah:
  1. Agar Mahasiswa Indonesia makin terpacu untuk berkarya dan berprestasi di tingkat dunia melalui ajang kreativitas kontes robot. 
  2. Sesuai dengan cita-cita organisasi ROBOCUP, yaitu bahwa pada tahun 2050 organisasi ini mampu mencetak tim sepakbola robot yang mampu melawan tim juara dunia sepakbola.
  3. Memberi dampak positif secara nasional agar mahasiswa dapat makin terpacu untuk berkreasi mengikuti perkembangan dunia robotika yang secara tidak langsung juga akan meningkatkan pemahaman dan penguasaan Iptek dan aplikasi robotika dalam dunia industri masa depan.

Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI)


Indonesia telah mengadakan beberapa kali Kontes Robot Indonesia (KRI), dimana pemenangnya sebagai wakil Indonesia untuk mengikuti kontes robot tingkat internasional yang diselenggarakan di beberapa negara Asia seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, Cina, Malaysia, Vietnam dan lain-lain. Bahkan salah satu peserta yang mewakili Indonesia pada tahun 2001 yaitu tim B-Cak dari PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) pernah memenangkan Juara Pertama pada Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon yang diselenggarakan di Koriyama, Fukushima–Jepang.
Pada saat penyelenggaraan KRI Tahun 2003, dirasakan perlunya suatu jenis kontes robot serupa yang secara khusus memiliki kecerdasan buatan. Oleh karena itu, pada tahun 2004 diselenggarakanlah Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) untuk yang pertama kalinya guna mendorong peningkatan kualitas robot terutama pada sistem kontrolnya. Sejak tahun 2013, namanya sepakat diganti dengan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI).

Untuk selanjutnya penyelenggaraan KRPAI diharapkan dapat berjalan secara paralel dan saling melengkapi dengan penyelenggaraan KRI dimasa-masa mendatang, sehingga diharapkan kemampuan robot yang akan ikut dalam kontes robot tersebut akan semakin meningkat secara tajam. Keberhasilan penyelenggaraan KRPAI selama ini dapat dibuktikan dengan perolehan medali emas dua kali untuk kategori Fire Fighting Robot Contest beroda dan berkaki pada Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat.

Format aturan pertandingan dalam KRPAI dipilih dari aturan kontes robot sejenis yang telah diselenggarakan secara teratur yaitu Intelligent Fire-Fighting Robot Contest yang diselenggarakan di Trinity College, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat.

Tujuan KRPAI adalah:
  1. Menumbuh kembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa di Perguruan Tinggi; 
  2. Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi kedalam dunia nyata; 
  3. Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika; 
  4. Membudayakan iklim kompetisi dilingkungan perguruan tinggi; dan 
  5. Mendukung pengembangan dan penggunaan sistem kontrol yang lebih maju pada rancangan 

Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI)


Kontes Robot Seni Indonesia

Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) merupakan suatu ajang kompetisi perancangan dan pembuatan robot yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya bangsa yang telah terkenal di bumi pertiwi. KRSI pertama kali diadakan pada tahun 2009 yang mengangkat tema ”Robot Penari Jaipong”, tahun 2010 dengan mengangkat tema ”Robot Penari Pendet” , tahun 2011 dengan mengangkat tema ”Robot Penari Kelono Topeng”dan tahun 2012 mengangkat tema “Robot Penari Piring”. Tema ditentukan oleh tuan rumah berkordinasi dengan Tim Pusat.
Setiap tim peserta yang terdiri atas 3(tiga) mahasiswa dengan seorang dosen pembimbing, diwajibkan untuk membuat satu robot untuk menampilkan seni budaya yang diinginkan sesuai tema kontes.

Tujuan KRSI adalah:
  1. Menumbuh-kembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa di Perguruan Tinggi.
  2. Mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke dalam dunia nyata.
  3. Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika.
  4. Meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap seni budaya bangsa.
  5. Membudayakan iklim kompetitif di lingkungan perguruan tinggi.

Senin, 07 Januari 2019

Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI)

Latar Belakang

Kompetisi UAV di Indonesia sudah diinisiasi dengan adanya penyelenggaraan Indonesian Indoor Aerial Robot Contest (IIARC) yang merupakan kontes robot terbang pertama untuk kategori indoor (dalam ruangan). Kontes ini telah diadakan setiap tahun di Institut Teknologi Bandung mulai tahun 2008 hingga 2011. Pelaksana kontes adalah Program Studi Aeronotika dan Astronotika, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB bersama dengan mahasiswa Program Studi Aeronotika dan Astronotika yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan (KMPN) ITB. Sejak dimulai pada tahun 2008, jumlah peserta terus meningkat. Mulai dari hanya 15 tim pada tahun 2008, hingga mencapai 44 tim pada tahun 2010.

Dalam kontes ini, peserta ditantang untuk mendesain, membuat serta menerbangkan sebuah pesawat. Tantangan yang diberikan mengharuskan peserta mendapatkan kompromi antara geometri pesawat, konstruksi dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang.

Kontes IIARC di ITB telah mendapat pengakuan dari Japan Society of Aeronautics and Space Sciences (JSASS). Aturan yang digunakan mengadopsi aturan yang digunakan dalam kontes yang sama yang diselenggarakan oleh University of Tokyo di Jepang. Pada tahun 2012 IIARC berubah menjadi Indonesia Aerial Robot Contest (IARC) yang dilaksanakan outdour.

Pada tahun 2013, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) dan Institut Teknologi Bandung bekerjasama untuk melanjutkan serta mengembangkan konsep acara kompetisi robot terbang ini ke skala yang lebih besar. KRTI 2013 terdiri dari kategori SMA, Perguruan Tinggi, dan Umum.

Di tahun 2013 kompetisi robot terbang ini ditingkatkan ke level nasional berupa Kompetisi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau Kompetisi Pesawat Terbang tanpa Awak, dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diharapkan peningkatan level ini dapat memperluas cakupan peserta dilingkungan Perguruan Tinggi di Indonesia dan meningkatkan kualitas kompetisi seperti kompetisi sejenis di luar negeri. Oleh sebab itu dibentuklah KRTI (Kontes Robot Terbang Indonesia) dengan tujuan untuk mengembangkan potensi pembuatan UAV di Indonesia.

Divisi dan Penilaian

  1. Divisi Racing Plane (RP) sebagai entry level. Divisi RP memiliki satu kelas saja dengan bobot lepas landas (Take-Off Weight, TOW) maksimum 2.500 gram tanpa ada batasan berat minimum, dilaksanakan dalam bentuk racing (balapan) terbang antar 2 (dua) wahana tim peserta dari take-off di posisi START hingga mencapai garis finish di ketinggian tertentu. Saat landing tidak dihitung tapi menjadi syarat sahnya suatu kemenangan. Kompetisi dibagi dalam babak penyisihan secara Round Robin (setengah kompetisi) dan sistem gugur (knock out) di babak perempat final, semifinal hingga grand final.
  2. Divisi Fixed-Wing (FW) sebagai middle level dan real application. Divisi FW memiliki satu kelas saja dengan menggabung kemampuan Monitoring dan Mapping yang dilombakan dengan cara setiap tim diberi kesempatan sekitar 40 menit untuk menyelesaikan suatu misi di lapangan, dan diberikan waktu 20 menit untuk mengolah data di pitstop. Pemenang ditentukan secara obyektif atas capaian misi sesuai target kontes, baik untuk monitoring maupun mapping.
  3. Divisi Vertical Take-off and Landing (VTOL) sebagai advanced level untuk pengembangan teknologi. Divisi VTOL juga memiliki satu kelas saja tanpa membedakan cara pemadaman apinya: Water-based Fire Extinguisher (VTOL-WFE) atau Non- Water-based Fire Extinguisher (VTOL-NWFE) dengan bobot lepas landas TOW maksimum 4000 gram. Dilombakan dengan cara setiap tim diberi kesempatan untuk menerbangkan wahananya secara fully-autonomous di suatu kawasan yang mewakili suatu area yang di dalamnya terdapat titik-titik api kebakaran yang sebelumnya tidak diketahui, kemudian memadamkannya, diakhiri dengan landing ke posisi awal (HOME). Siapa yang tercepat dalam menyelesaikan suatu misi secara tuntas akan menjadi pemenang.
  4. Divisi Technology Development (TD) sebagai konsep pengembangan teknologi pesawat tanpa awak. Divisi TD dilombakan dengan melakukan presentasi di dalam ruangan yang dilaksanakan dalam waktu 45 menit untuk presentasi, demo dan tanya jawab

Tema (Disesuaikan Setiap Tahun)

  1. Divisi RP: “Fast and On Track”,
  2. Divisi FW:” Monitoring dan Mapping Wilayah Perbatasan”,
  3. Divisi VTOL:”Autonomous Aerial Fire Extinguisher”, dan
  4. Divisi TD: “Next UAV Technology”

Ketentuan Perlombaan

Setiap tim pada setiap divisi semua kelas wajib membuat poster untuk dipamerkan (poster presentation) selama lomba berlangsung. Poster yang berukuran “X BANNER” ini wajib diletakkan di depan pit-stop masing- masing. Ketiadaan poster pada suatu tim dapat menyebabkan tim TIDAK BOLEH berlaga dalam kontes. Dalam hal ini poster akan dinilai oleh Dewan Juri dan di akhir kontes secara keseluruhan akan ditentukan tim-tim yang mendapat penghargaan poster presentation.

Frekwensi dan protokol komunikasi yang diijinkan digunakan untuk komunikasi antara wahana dengan sistem perangkat Ground Station ataupun dengan sistem remote control adalah sebagai berikut:
  1. Data Telemetry: UHF 433MHz, S-Band (2,4GHz dan atau 5,8GHz). Dilarang menggunakan frekwensi di luar frekwensi yang telah ditetapkan ini.
  2. Live Video: UHF 433MHz, S-Band (2,4 GHz dan atau 5,8 GHz).
  3. Mode (protokol) yang digunakan dalam no.1 harus menggunakan sistem spread spectrum (frequencyhoping atau pairing system).
  4. Penguatan daya pancar modul radio untuk frekwensi UHF 433MHz, baik di sisi wahana maupun GS diijinkan hanya maksimum hingga 200mW.
  5. Penguatan daya pancar modul radio untuk frekwensi S-Band (2,4GHz atau 5,8GHz), baik di sisi wahana maupun GS diijinkan hanya maksimum hingga 1W.
  6. Pelanggaran atas penggunaan frekwensi ini dapat menyebabkan modul airmodem yang bersangkutan dilepas dari (tidak boleh dipasang di) wahana.
Mengacu ke Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor PM 180 tahun 2015, tentang Pengendalian Pengoperasian Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang dilayani Indonesia dan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor PM 163 tahun 2015, tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 107 (Civil Aviation Safety Regulations Part 107, tentang Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (Small Unmanned Aircraft System), semua UAV peserta harus dilengkapi kelengkapan untuk mudah diamati secara visual tanpa alat bantu (teropong, dll.) yakni minimum berupa lampu indikator navigation lights (lampu merah dan hijau).

Proposal

Proposal berisi setidak-tidaknya:
  1. Identitas tim yang terdiri dari pembimbing (dosen) dan anggota tim (mahasiswa aktif) disertai dengan lembar pengesahan dari pejabat di perguruan tinggi.
  2. Bentuk rekaan Wahana Robot Terbang yang akan dibuat disertai penjelasan tentang sistem navigasi, telemetri, termasuk: prosesor, kamera, sensor dan aktuator dll. yang akan digunakan.

Senin, 02 November 2015

Prestasi Mahasiswa Indonesia di tingkat Internasional (Olahraga, Sains dan Seni)

 

Di era mondial saat ini, salah satu indikator penting dari kinerja dari sebuah lembaga atau individu adalah prestasi di kancah Internasional, dalam arti yang sebenarnya. Internasional tidak selalu identik luar negeri,  tetapi harus memenuhi kriteria tertentu.
Demikian pula perguruan tinggi. Sebuah perguruan tinggi akan memiliki reputasi Internasional apabila sebagian besar instrumen penyelenggaraan dan pengelolaan institusi memenuhi atau minimal mendekati standar Internasional khususnya dari aspek sumber daya manusia yaitu dosen dan mahasiswa.
Dosen suatu perguruan tinggi yang memiliki reputasi Internasional baik di bidang riset maupun teaching pasti akan mengangkat reputasi perguruan tingginya. Demikian pula mahasiswanya.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai institusi yang bertanggungjawab terhadap pembinaan perguruan tinggi, khususnya dosen dan mahasiswa memberikan wadah seluas-luasnya kepada mereka untuk dapat berprestasi di tingkat Internasional, baik di bidang sains/riset/teaching, olahraga maupun seni.

Khusus untuk mahasiswa, prestasi yang telah ditorehkan oleh mereka di kancah Internasional sampai tahun 2015 ini adalah:

A. ASEAN University Games (AUG) XVII 

1. ASEAN University Games (AUG) XVI

Pesta Olahraga Mahasiswa se-ASEAN (AUG) berlangsung dari tanggal 12 sampai dengan 20 Desember 2012 di Ibukota Laos, Vientiane. Upacara penutupan diselenggarakan di Stadium Utama National Sport Complex, Vientiane Laos yang menyuguhkan pertunjukan dan atraksi budaya dari tuan rumah Laos, dan menghadirkan atraksi budaya dari Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN ke-17 yang akan berlangsung di Palembang tahun 2014. 
Ajang POM ASEAN ke -16 ini memperebutkan total 800 medali yang terdiri atas 240 medali emas, 240 medali perak dan 320 medali perunggu yang diikuti oleh Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipi, Singapura, Thailand, Vietnam dan Laos. 
Tim POM Indonesia dengan kekuatan 175 mahasiswa hanya mampu menempati urutan empat klasemen akhir dengan koleksi medali 41 emas, 52 perak dan  61 perunggu. Sedangkan gelar juara umum diraih Malaysia setelah mengoleksi 60 emas, 48 perak, 72 perunggu. Medali terbanyak Tim POM Indonesia disumbang cabang Akuatik (14-17-18) kemudian Pencak Silat (8-6-3) dan Atletik (6-10-8). 

Urutan Perolehan Medali adalah:
  1. Malaysia
  2. Vietnam
  3. Thailand
  4. Indonesia
  5. Lao PDR
  6. Singapore
  7. Philippines
  8. Myanmar
  9. Cambodia
  10. Brunei Darussalam
  11. Timor-Leste

2. ASEAN University Games (AUG) XVII 

Kegiatan AUG XVII diselenggarakan di Palembang pada 10-21 Desember 2014, dibuka oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla dan ditutup oleh Menpora. Dalam event ini Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan meraih 64 emas 77 Perak dan 45 perunggu.  Perolehan medali tersebut mengungguli negara pesaing terkuat yaitu Thailand yang memperoleh  52 emas, 34 perak, 23 perunggu, dan Malaysia yang menempati peringkat ke III dengan meraih 38 emas, 39 perak dan 49 perunggu. 


Kontingen Indonesia pada parade pembukaan AUG XVII


Jakabaring: Venues AUG XVII Palembang


Keberhasilan Indonesia kembali menjadi juara umum merupakan perbaikan peringkat dimana pada penyelenggaraan Asean University Games XVI di Vientien Laos dua tahun lalu Indonesia kalah dari Malaysia dan Vietnam. 
Indonesia tercatat telah 11 kali memegang gelar juara umum sejak diselenggarakannya ASEAN University Game (AUG) pertama di Chiang Mai 1981, dan perhelatan kali ini merupakan tuan rumah yang ke 3 bagi Indonesia.

Hasil lengkap perolehan medali adalah sebagai berikut.


Perolehan medali AUG XVII Palembang


B. International Mathematic Championship (IMC)

Salah satu program Dikti tingkat Internasional adalah International Mathematic Championship (IMC) yang diselenggarakan setiap tahun di Bulgaria (American University in Bulgaria). Kejuaraan ini setiap tahun diikuti oleh sekurang-kurangnya 300 mahasiswa yang berasal lebih dari 100 perguruan tinggi seluruh dunia.

Tempat diselenggarakannya IMC

Mahasiswa Indonesia yang dikirim ke ajang ini adalah para Juara Olimpiade MIPA khususnya Matematika yang telah melalui jenjang olimpiade mulai dari tingkat perguruan tinggi, wilayah dan nasional.

Tahun 2010

Adapun prestasi mereka sejak tahun 2010 adalah sebagai berikut.




Peserta IMC Indonesia 2011 diterima di KBRI Sofia

Tahun 2012



Peserta IMC 2013 di KBRI Sofia

Tahun 2014



Tahun 2017


Delegasi Indonesia pada IMC 24 Tahun 2017 Bulgaria
Sebanyak 9 mahasiswa yang berasal dari 7 perguruan tinggi menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti ajang International Mathematics Competition (IMC) ke 24 yang diselenggarakan (31 Juli s.d. 6 Agustus 2017) di di Blagoevgrad, Bulgaria. Mahasiswa yang dikirim adalah mahasiswa-mahasiswa terpilih pada ONMIPA dan telah melalui seleksi lanjut dan pembinaan intensif. IMC diikuti oleh 331 peserta dari sekitar 130 perguruan tinggi (PT) dari negara-negara besar seperti Jerman, Belanda, Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Singapura, dan lain-lain. Tahun 2017 ini merupakan tahun ke-16 bagi Indonesia pada ajang ini.

Pada IMC ke-24 Indonesia berhasil meraih satu penghargaan First Prize, dua Second Prize, dua Third Prize, tiga Honourable Mention serta satu Certified. Sebuah capaian terlengkap selama mengikuti ajang ini. Adapun hasil lengkapnya adalah sebagai berikut.
  1. Stephen Sanjaya (Universitas Pelita Harapan), First prize
  2. Jefferson Caesario (Universitas Airlangga), Second prize
  3. Poetri Sonya Tarabunga, (Institut Teknologi Bandung), Second prize
  4. Dewita Sonya Tarabunga (Institut Teknologi Bandung), Third prize
  5. Muhammad Khairul Ramadhan (Universitas Indonesia), Third prize
  6. Antonio Kevin (Universitas Indonesia), Honorable mention
  7. Garry Ariel (Universitas Gadjah Mada), Honorable mention
  8. Yosua Feri Wijaya (Universitas Duponegoro), Honorable mention
  9. Muhammad Faikar Mustafidz Al-Habibi (Universitas Negeri Malang), Certificate

Selamat kepada para mahasiswa dan perguruan tinggi yang telah berhasil kali ini. Semoga dapat menjadi kontribusi bagi peningkatan kualitas dan daya saing Indonesia khususnya kualitas pendidikan Matematika.
Laman International Mathematic Competition (IMC)

C. International Robot Contest

Trinity College International Robot Contest 2015
Prestasi Internasional lainnya diukir oleh mahasiswa 6 Politeknik Negeri Bandung yaitu: 
  1. Dendi Muhawarman,  
  2. Irham Yusra Muhammad,  
  3. Zharfan Ghafara Gunawan, 
  4. Hilmy A. Kaukaby, 
  5. M. Harry Gusyanto, dan 
  6. Candra Diningrat
Mahasiswa ini tergabung dalam Tim Robot Pemadam Api Indonesia 2015 yang telah berhasil  meraih 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu dalam Trinity College International Robot Contest.
Medali Emas kategori robot pemadam api senior berhasil diboyong seluruhnya oleh tim Indonesia. Kompetisi ini dilaksanakan di Hartford Connecticut, USA pada 25 Maret s.d. 4 April 2015 yang diikuti oleh berbagai negara didunia seperti Amerika Serikat, Israel, China, dan lain-lain.
Tim berhasil membawa nama harum bangsa Indonesia dan Politeknik Negeri Bandung dengan memperoleh 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Tim Robot Pemadam Api "Pasundan" Polban Bandung

Mahasiswa Polban ini merupakan pemenang dari kompetisi robot nasional tahun 2014 pada kategori pemadam api beroda dan berkaki. Selama kompetisi ini, pada kategori Firefighting Senior Division-Unique prestasi yang berhasil diraih adalah medali emas dan medali perak. Sedangkan pada kategori Firefighting Walking Division prestasi yang berhasil diraih adalah medali emas dan medali perunggu.

Trinity College International Robot Contest 2016
Tahun 2016, Kemristekdikti mengirimkan 2 Perguruan Tinggi ke Trinity International Robot Contest, yaitu Unisula dan Universitas Sriwijaya. Setelah perjuangan panjang, tim Robotic Unissula akhirnya berhasil menjuarai Kontes Robot Pemadam Api yang diselenggarakan pada 2-3 April 2016. Tim Robotic Unissula mengirimkan 4 robot yang diantaranya dua robot beroda untuk berkompetisi di kategori Senior Unique dan dua robot berkaki untuk kategori Walking. Adapun Unsri masih harus bersabar karena belum berhasil memenangi kontes.

Unisula dan Unsri Mewakili Indonesia Robot Contest TRinity 2016

Universitas Sultang Agung Semarang yang diwakili La ode Muh Idris, Faizal Aminudin Aziz dan Ahmad Zuhri, berhasil menjadi Juara di berbagai kategori, yaitu:
  1. Juara 1 Khaum 1 kategori Senior Unique
  2. Juara 2 Khaum 2 kategori Senior Unique
  3. Juara 1 Sultan Agung 1 Kategori Walking
  4. Juara 2 Sultan Agung 2 Kategori Walking


La Ode, Faizal dan Zuhri Mahasiswa Unisula
Berita ada disini, dan hasil lengkap dapat dilihat disini

D. RoboBoat/Kompetisi Kapal Cepat Tak Berawak (KKCTBI) 2015

Tim robotika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Penship meraih prestasi "Compact Design Award" dalam "RoboBoat" di Virginia, Amerika Serikat yang diikuti 15 negara pada 6-12 Juli 2015. Mereka berlima yaitu Irwan Privasa Baraputra, Ahmad Zurkoni, Rachmat Faizal Ajie, M. Ardhy Windhy Saputra, dan M. Sholahuddin Al-Ayyubi.

Tim PENShip ITS 2015
Sedangkan tim robotika lainnya yakni Eros meraih prestasi RunnerUp kedua dalam "RoboCup" di Hefei, Tiongkok, pada 14-23 Juli 2015 yang diikuti 16 tim dari 24 negara.

E. World University Debating Championship (WUDC) 2015

Para Juara NUDC 2015 sesuai dengan kebijakan Belmawa, dikirimkan ke ajang debat dunia WUDC pada tanggal 27 Desember 2015 s.d. 3 Januari 2016 yang tahun ini dilaksanakan di Thessaloniki Yunani.

World University Debating Championship (WUDC) merupakan lomba debat tingkat dunia yang dilaksanakan sekali setahun sejak tahun 1981. Lomba menggunakan format British Parliamentary dan diikuti oleh sekitar 400 tim dari universitas-universitas di seluruh dunia.

Delegasi Indonesia yang berangkat adalah para Juara NUDC 2015 yaitu:

Predikat
Mahasiswa
Perguruan Tinggi
Champion
Alif Satria
Universitas Gadjah Mada
Champion
Romario Hasintongan
Universitas Gadjah Mada
1st Runner Up
Anggi Ariskhan
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
1st Runner Up
Kario Teguh Chandra
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
2nd Runner Up
Terry Muthahhari
Universitas Indonesia
2nd Runner Up
Magreta Kailla Adenta
Universitas Indonesia
3rd Runner Up
Nadya Ayuning Wuryanto
Universitas Brawijaya
3rd Runner Up
Haris Apriyanto
Universitas Brawijaya


Delegasi Indonesia pada WUDC Thessaloniki 2016

Adapun hasilnya adalah:
  1. Tim Universitas Brawijaya sebagai RunnerUp English as a Foreign Language (ESL).
  2. Tim Universitas Indonesia sebagai RunnerUp English as a Second Language (ESL).
  3. Tim Universitas Gadjah Mada masuk semi final

 E. Mobil Hemat Energi

Sekali lagi pada tahun 2016 ini mahasiswa Indonesia menorehkan prestasi luar biasa di tingkat dunia. Setelah mahasiswa Universitas Sultang Agung Semarang, La ode Muh Idris, Faizal Aminudin Aziz dan Ahmad Zuhri, berhasil menjadi Juara Umum di Trinity College International Robot Contest 2016 bulan April lalu, kini kembali mahasiswa Indonesia mengukir sejarah dengan menjadi juara pertama Drivers' World Championship for UrbanConcept Cars di London awal 3 Juni ini.

Tim Mahasiswa Indonesia dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung berhasil meraih juara dalam ajang balap mobil hemat energi, Shell Eco Marathon Drivers World Championship di London.

Mereka adalah Ramdani dan 7 mahasiswa lainnya, serta 2 pembimbing yang tergabung dalam Tim Bumi Siliwangi. Ramdani sang Juara start dari posisi kedua di belakang tim Perancis dari delapan tim yang turun dalam final lomba balap mobil Urban Concept di Olympic Park, London.

Sebagai bentuk hadiah lomba mereka akan diundang untuk menghabiskan waktu sepekan bersama Scuderia Ferrari di Maranello, Italia. Mereka akan bertemu dengan tim Ferrari dan menerima pelatihan pribadi serta nasihat dari para teknisi mengenai cara untuk meningkatkan performa kendaraan mereka pada Shell Eco-marathon 2017.
Tim Bumi Siliwangi. www.shell.com
Tim Bumi Siliwangi UPI
Kemenangan ini mengobati kekecewaan dan duka yang dalam Tim mahasiswa Indonesia yang lain, Tim Sapuangin ITS, yang gagal mengikuti kategori lainnya karena musibah kebakaran mobilnya dalam pengangkutan dan Tim Sadewa Universitas Indonesia yang gagal menjadi juara.
Pada waktu yang sama sebenarnya mahasiswa Indonesia yang lain, juga sedang bertanding dalam Robocup Contest di Leipzig Jerman. Sayangnya Tim yang diwakili oleh Polteknik Elektronika Negeri Surabaya mengikuti kategori RoboSoccer harus berhenti di babak perempat final.

Tim Robot PENS. www.pens.ac.id
Tim Robot Soccer EROS PENS di Leipzig Jerman

Melihat prestasi mahasiswa Indonesia yang membanggakan di berbagai jenis kompetisi tingkat dunia sudah dapat dipastikan bahwa Indonesia memiliki SDM/mahasiswa dan inovasi unggul. Prestasi yang ditoreh adik-adik mahasiswa ini ada di semua kompetisi. DI bidang matematik , mahasiswa Indonesia tingkat dunia (International Mathematic Competition) telah beberapa kali menyabet Gold dan Silver. Di bidang Sosial Humaniora, mahasiswa Indonesia pernah menjadi Champion dalam World University Debating Championship (WUDC), World Court Forum. Di bidang seni, mahasiswa Indonesia hampir setiap tahun berhasil meraih Gold atau Silver di berbagai paduan suara mahasiswa.

Begitu pula di bidang olahraga. Pada ajang Asean University Games yang diselenggarakan di Palembang, mahasiswa Indonesia menjadi Juara Umum. Hanya memang belum banyak berperan di tingkat dunia (Universiade).

Entri yang Diunggulkan

Perubahan Mendasar Kebijakan Bidang Kemahasiswaan

Semua kalangan pendidikan tinggi pasti tahu apa itu kampus merdeka dan merdeka belajar; salah satu episode kebijakan Mas Menteri Dikbud. Te...