Senin, 21 Januari 2019

Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI)


Pendahuluan

Pada tahun 2017, program PMW direvitalisasi menjadi Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) dengan pengelolaan secara sentraliasi. Program ini digagas untuk memberikan wadah bagi mahasiswa mempraktekan ilmu dan keterampilan berwirausaha yang sudah didapat, melalui pemberian modal bisnis dan pendampingan. Dengan demikian, program KBMI harus sinergi dengan program-program kewirausahaan yang telah ada seperti: Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaaan (PKMK), Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT), Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan program kewirausahaan lainnya. Program KBMI, dimaksudkan untuk pengembangan usaha. Fasilitas yang diberikan dalam bentuk dukungan permodalan dari Kemenristekdikti dan pendampingan usaha dari Perguruan Tinggi. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah yang tertuang dalam Renstra Kemristekdikti untuk pengembangan wirausaha baru dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan. Output dari Program KBMI ini adalah karya kreatif, yang inovatif dalam membuka peluang bisnis yang berguna bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studi. Program KBMI ini menitikberatkan pada orientasi proses usaha dan hasil usaha (profit) dan diutamakan untuk pengembangan bisnis mahasiswa yang sudah berjalan.

Tujuan 

Tujuan program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia adalah
  1. Menumbuhkan karakter wirausaha untuk mengembangkan usaha didukung dengan modal yang diberikan dengan pendampingan secara terpadu;
  2. Menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif yang inovatif berbasis Iptek.

Luaran 

Adapun luaran yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan program dapat dilihat tercapai-tidaknya tujuan program yang secara umum adalah
  1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas mahasiswa wirausaha;
  2. Meningkatnya unit bisnis mahasiswa yang berhasil dikembangkan.

Kriteria 

Peserta Kriteria dan persyaratan pengusul dijelaskan sebagai berikut:
  1. Peserta program KBMI adalah kelompok mahasiswa yang sedang aktif dan terdaftar mengikuti program pendidikan S-1 atau Diploma;
  2. Peserta telah memiliki bisnis yang akan dikembangkan dibuktikan dengan profil usaha;
  3. Pengusul adalah kelompok mahasiswa berjumlah 3–5 orang;
  4. Nama-nama pengusul (ketua dan anggota) harus ditulis lengkap dan tidak boleh disingkat;
  5. Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi yang sama, namun masih dalam satu Perguruan Tinggi yang sama dengan keahlian yang saling mendukung.

Sistematika Pengusulan Kegiata

Sebagai strategi pendidikan, Program KBMI harus menjadi bagian dari proses pendidikan mahasiswa selama masa studi di Perguruan Tinggi. Program KBMI dapat menumbuhkan jiwa wirausaha pada mahasiswa, maka tahapan yang dilakukan sebagai berikut yaitu 
  1. Pengusulan,
  2. Desk Evaluasi dan Penetapan,
  3. Pelaksanaan dan Pelaporan,
  4. Monitoring dan Evaluasi dan
  5. KMI Expo.
Tahapan pengusulan proposal diawali dengan penyiapan proposal program KBMI oleh mahasiswa bersama dosen pendamping di Perguruan Tinggi asal mahasiswa yang mengacu kepada kategori yang sudah ditetapkan yaitu:
  1. industri makanan dan minuman, 
  2. industri jasa dan perdagangan, 
  3. industri teknologi, 
  4. industri kreatif atau industri 3 produksi/budidaya. 
Pada tahap ini diharapkan setiap Perguruan Tinggi melakukan seleksi internal (bisa dalam bentuk desk evaluasi dan atau pemaparan) untuk memilih proposal KBMI yang layak untuk diajukan ke Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Adapun ketentuan proposal KBMI sebagai berikut: 
  1. Perguruan Tinggi maksimal mengirimkan 25 proposal terbaik hasil seleksi internal;
  2. Proposal yang lolos seleksi internal dengan surat pengantar dikirimkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi bidang kemahasiswaan ke email: kk.ditmawa@ristekdikti.go.id, dengan melampirkan Berita acara hasil seleksi internal Perguruan Tinggi.
  3. Mahasiswa hanya diperbolehkan mengajukan satu proposal;
  4. Seorang Pendamping hanya diperbolehkan membimbing maksimal 5 proposal;
  5. Proposal maksimal 10 halaman dihitung mulai Pendahuluan sampai dengan Jadwal Kegiatan (tidak termasuk Halaman Kulit Muka, Halaman Pengesahan, Daftar Isi, Ringkasan, Daftar Gambar, Biodata pengusul dan Dosen Pendamping yang ditandatangani, Surat Pernyataan Ketua);
  6. Keseluruhan Proposal disimpan dalam satu file format PDF dengan ukuran file maksimum 5 MB dan diberi Nama Ketua Pengusul_Nama Perguruan Tinggi_program rencana bisnis mahasiswa.pdf, kemudian diunggah ke sim-pkmi.ristekdikti.go.id. 
  7. Hardcopy dikumpulkan di Perguruan Tinggi masing-masing. Tahap selanjutnya adalah mengajukan proposal ke Direktorat Kemahasiswaan secara online dengan cara mengisi identitas pengusul dan mengunggah proposal ke simpkmi.ristekdikti.go.id.

Dana Kegiatan

Komponen biaya yang diberikan pada peserta program KBMI adalah: Rp 10.000.000,00 s.d. Rp40.000.000,00. Adapun mekanisme pembiayaan mengikuti alur pelaksanaan Program KBMI. Pencairan dana 80% setelah pengumuman desk evaluation dan 20 % setelah pelaksanaan monitoring terhadap laporan kemajuan.

Seleksi dan Evaluasi Proposal 

Setiap proposal yang masuk diseleksi dan dievaluasi secara online oleh tim pakar yang ditunjuk Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Proposal yang layak untuk didanai akan diumumkan secara online melalui web Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Pelaksanaan dan Pelaporan 

  1. Setiap proposal yang lolos dinyatakan dapat segera melaksanakan kegiatannya. Pelaksanaan kegiatan program kompetisi bisnis mahasiswa Indonesia harus mendapatkan pendampingan oleh Perguruan Tinggi dan dosen Pendamping mahasiswa. 
  2. Seluruh rangkaian kegiatan dicatat dan diunggah ke sim-pkmi.ristekdikti.go.id yang sekaligus dapat digunakan sebagai sarana pelaporan kegiatan, mencakup catatan harian (logbook), laporan kemajuan yang disertai penggunaan dana, bukti pendukung hasil pelaksanaan program KBMI (foto, video, atau dokumentasi lainnya).
  3. Untuk menjamin mutu pelaksanaan kegiatan Program KBMI, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan melakukan kegiatan pemantauan atau monitoring dan evaluasi (monev).
  4. Tim Pemonev ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan tugas pokok melakukan monev di Perguruan Tinggi tempat penyelenggaraan program KBMI.
  5. Perguruan Tinggi penyelenggara monev ditetapkan Direktur kemahasiwaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pada kegiatan monev, setiap tim program KBMI akan diminta untuk mempresentasikan kemajuan pelaksanaan program KBMI. Namun demikian, sebelum pelaksanaan monev, setiap tim program KBMI harus mengunggah laporan kemajuan secara online sehingga dapat diunduh oleh para pemonev sebelum proses monev dimulai. Perguruan Tinggi yang ditunjuk sebagai penyelenggara monev diwajibkan membuat berita acara pelaksanaan monev.
  6. Setiap tim Program KBMI wajib membuat laporan akhir kegiatan secara tertulis dan mengunggahnya ke sim-pkmi.ristekdikti.go.id. 
  7. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan akan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program KBMI di perguruan tinggi dengan membentuk tim yang terdiri atas unsur pakar, 6 pengawas, dan pimpinan serta staf untuk melakukan pemantauan dan evaluasi program KBMI.
  8. Adapun format laporan program KBMI adalah:
  • Ditulis menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dengan jarak baris 1,15 spasi kecuali ringkasan satu spasi,
  • Ukuran kertas A-4 
  • Margin kiri 4 cm, margin kanan, atas, dan bawah masing-masing 3 cm. 
  • Halaman Sampul sampai dengan Ringkasan diberi nomor halaman dengan huruf: i, ii, iii,..dst yang diletakkan pada sudut kanan bawah, sedangkan halaman utama yang dimulai dari Pendahulan sampai dengan halaman Lampiran diberi halaman dengan angka arab: 1, 2, 3, ...dst yang di letakkan pada sudut kanan atas.

Peserta Ekspo KMBI 2018 di IPB Bogor



Senin, 07 Januari 2019

Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI)

Latar Belakang

Kompetisi UAV di Indonesia sudah diinisiasi dengan adanya penyelenggaraan Indonesian Indoor Aerial Robot Contest (IIARC) yang merupakan kontes robot terbang pertama untuk kategori indoor (dalam ruangan). Kontes ini telah diadakan setiap tahun di Institut Teknologi Bandung mulai tahun 2008 hingga 2011. Pelaksana kontes adalah Program Studi Aeronotika dan Astronotika, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB bersama dengan mahasiswa Program Studi Aeronotika dan Astronotika yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan (KMPN) ITB. Sejak dimulai pada tahun 2008, jumlah peserta terus meningkat. Mulai dari hanya 15 tim pada tahun 2008, hingga mencapai 44 tim pada tahun 2010.

Dalam kontes ini, peserta ditantang untuk mendesain, membuat serta menerbangkan sebuah pesawat. Tantangan yang diberikan mengharuskan peserta mendapatkan kompromi antara geometri pesawat, konstruksi dan sistem elektronik yang diintegrasikan pada pesawat terbang.

Kontes IIARC di ITB telah mendapat pengakuan dari Japan Society of Aeronautics and Space Sciences (JSASS). Aturan yang digunakan mengadopsi aturan yang digunakan dalam kontes yang sama yang diselenggarakan oleh University of Tokyo di Jepang. Pada tahun 2012 IIARC berubah menjadi Indonesia Aerial Robot Contest (IARC) yang dilaksanakan outdour.

Pada tahun 2013, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) dan Institut Teknologi Bandung bekerjasama untuk melanjutkan serta mengembangkan konsep acara kompetisi robot terbang ini ke skala yang lebih besar. KRTI 2013 terdiri dari kategori SMA, Perguruan Tinggi, dan Umum.

Di tahun 2013 kompetisi robot terbang ini ditingkatkan ke level nasional berupa Kompetisi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau Kompetisi Pesawat Terbang tanpa Awak, dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diharapkan peningkatan level ini dapat memperluas cakupan peserta dilingkungan Perguruan Tinggi di Indonesia dan meningkatkan kualitas kompetisi seperti kompetisi sejenis di luar negeri. Oleh sebab itu dibentuklah KRTI (Kontes Robot Terbang Indonesia) dengan tujuan untuk mengembangkan potensi pembuatan UAV di Indonesia.

Divisi dan Penilaian

  1. Divisi Racing Plane (RP) sebagai entry level. Divisi RP memiliki satu kelas saja dengan bobot lepas landas (Take-Off Weight, TOW) maksimum 2.500 gram tanpa ada batasan berat minimum, dilaksanakan dalam bentuk racing (balapan) terbang antar 2 (dua) wahana tim peserta dari take-off di posisi START hingga mencapai garis finish di ketinggian tertentu. Saat landing tidak dihitung tapi menjadi syarat sahnya suatu kemenangan. Kompetisi dibagi dalam babak penyisihan secara Round Robin (setengah kompetisi) dan sistem gugur (knock out) di babak perempat final, semifinal hingga grand final.
  2. Divisi Fixed-Wing (FW) sebagai middle level dan real application. Divisi FW memiliki satu kelas saja dengan menggabung kemampuan Monitoring dan Mapping yang dilombakan dengan cara setiap tim diberi kesempatan sekitar 40 menit untuk menyelesaikan suatu misi di lapangan, dan diberikan waktu 20 menit untuk mengolah data di pitstop. Pemenang ditentukan secara obyektif atas capaian misi sesuai target kontes, baik untuk monitoring maupun mapping.
  3. Divisi Vertical Take-off and Landing (VTOL) sebagai advanced level untuk pengembangan teknologi. Divisi VTOL juga memiliki satu kelas saja tanpa membedakan cara pemadaman apinya: Water-based Fire Extinguisher (VTOL-WFE) atau Non- Water-based Fire Extinguisher (VTOL-NWFE) dengan bobot lepas landas TOW maksimum 4000 gram. Dilombakan dengan cara setiap tim diberi kesempatan untuk menerbangkan wahananya secara fully-autonomous di suatu kawasan yang mewakili suatu area yang di dalamnya terdapat titik-titik api kebakaran yang sebelumnya tidak diketahui, kemudian memadamkannya, diakhiri dengan landing ke posisi awal (HOME). Siapa yang tercepat dalam menyelesaikan suatu misi secara tuntas akan menjadi pemenang.
  4. Divisi Technology Development (TD) sebagai konsep pengembangan teknologi pesawat tanpa awak. Divisi TD dilombakan dengan melakukan presentasi di dalam ruangan yang dilaksanakan dalam waktu 45 menit untuk presentasi, demo dan tanya jawab

Tema (Disesuaikan Setiap Tahun)

  1. Divisi RP: “Fast and On Track”,
  2. Divisi FW:” Monitoring dan Mapping Wilayah Perbatasan”,
  3. Divisi VTOL:”Autonomous Aerial Fire Extinguisher”, dan
  4. Divisi TD: “Next UAV Technology”

Ketentuan Perlombaan

Setiap tim pada setiap divisi semua kelas wajib membuat poster untuk dipamerkan (poster presentation) selama lomba berlangsung. Poster yang berukuran “X BANNER” ini wajib diletakkan di depan pit-stop masing- masing. Ketiadaan poster pada suatu tim dapat menyebabkan tim TIDAK BOLEH berlaga dalam kontes. Dalam hal ini poster akan dinilai oleh Dewan Juri dan di akhir kontes secara keseluruhan akan ditentukan tim-tim yang mendapat penghargaan poster presentation.

Frekwensi dan protokol komunikasi yang diijinkan digunakan untuk komunikasi antara wahana dengan sistem perangkat Ground Station ataupun dengan sistem remote control adalah sebagai berikut:
  1. Data Telemetry: UHF 433MHz, S-Band (2,4GHz dan atau 5,8GHz). Dilarang menggunakan frekwensi di luar frekwensi yang telah ditetapkan ini.
  2. Live Video: UHF 433MHz, S-Band (2,4 GHz dan atau 5,8 GHz).
  3. Mode (protokol) yang digunakan dalam no.1 harus menggunakan sistem spread spectrum (frequencyhoping atau pairing system).
  4. Penguatan daya pancar modul radio untuk frekwensi UHF 433MHz, baik di sisi wahana maupun GS diijinkan hanya maksimum hingga 200mW.
  5. Penguatan daya pancar modul radio untuk frekwensi S-Band (2,4GHz atau 5,8GHz), baik di sisi wahana maupun GS diijinkan hanya maksimum hingga 1W.
  6. Pelanggaran atas penggunaan frekwensi ini dapat menyebabkan modul airmodem yang bersangkutan dilepas dari (tidak boleh dipasang di) wahana.
Mengacu ke Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor PM 180 tahun 2015, tentang Pengendalian Pengoperasian Sistem Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang dilayani Indonesia dan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor PM 163 tahun 2015, tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 107 (Civil Aviation Safety Regulations Part 107, tentang Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (Small Unmanned Aircraft System), semua UAV peserta harus dilengkapi kelengkapan untuk mudah diamati secara visual tanpa alat bantu (teropong, dll.) yakni minimum berupa lampu indikator navigation lights (lampu merah dan hijau).

Proposal

Proposal berisi setidak-tidaknya:
  1. Identitas tim yang terdiri dari pembimbing (dosen) dan anggota tim (mahasiswa aktif) disertai dengan lembar pengesahan dari pejabat di perguruan tinggi.
  2. Bentuk rekaan Wahana Robot Terbang yang akan dibuat disertai penjelasan tentang sistem navigasi, telemetri, termasuk: prosesor, kamera, sensor dan aktuator dll. yang akan digunakan.

Senin, 04 April 2016

Kontes Kapal Cepat TakBerawak (KKCTB)


KONTES KAPAL CEPAT TAK BERAWAK NASIONAL (KKCTBN) 

1. PENDAHULUAN 

Jatuhnya korban kecelakaan laut bukan hanya disebabkan korban terperangkap dalam kapal, tetapi juga oleh faktor lain yaitu korban terlalu lama terapung di laut sehingga menyebabkan kehabisan tenaga. Respon penyelamatan yang lama disebabkan karena petugas evakuasi harus melakukan koordinasi mengenai daerah yang akan menjadi titik penyelamatan, serta kondisi cuaca harus dalam keadaan yang sangat memungkinkan untuk proses pencarian korban. 
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan panjang pantai lebih dari 81.000 km, dimana dua per tiga wilayah kedaulatannya berpa perairan laut. Luasnya laut memberikan potensi ekonomi yang sangat besar namun juga memberikan potensi bahaya akibat kecelakaan di laut. Keselamatan di area perairan menjadi faktor penting yang harus menjadi perhatian untuk pengembangan inovasi teknologi perkapalan. 
Jumlah kecelakaan laut yang dilaporkan ke Mahkamah Pelayaran pada tahun 2009 tercatat sebanyak 293 kasus dan 78.45% diantaranya dinyatakan sebagai akibat dari human error. Salah satu aspek dalam human error adalah kemampuan sistem manuver kapal. Standar kemampuan manuver kapal telah diadopsi oleh International Maritime Organization (IMO) Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan manuver kapal mempunyai kontribusi yang penting terhadap keselamatan navigasi.
Penyelenggaraan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional  atau ROBOBOAT merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM yang mumpuni di bidang rancang bangun kapal melalui jalur akademis. Daya kreasi mahasiswa dalam kontes tersebut tidak hanya mencakup desain badan kapal yang baik dari segi performance dan maneuver, tetapi juga mencakup perencanaan sistem penggerak dan sistem 8 navigasi yang handal. Kebutuhan tentang sistem navigasi tersebut mensyaratkan tentang kebutuhan otomasi, dengan memperhatikan keselarasan faktor teknis lainnya (engine matching). Dengan demikian kreativitas dalam kontes yang dimaksud akan melibatkan beberapa disiplin ilmu terkait, antara lain Teknik Perkapalan, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. 
Perkembangan dan persaingan IPTEK baik secara regional maupun global semakin meningkat tajam. Oleh sebab itu, dunia akademis yang kompeten dalam bidang ilmu dan teknologi tertentu diharapkan dapat mengikuti trend perkembangan tersebut dengan baik. 
Penyelenggaraan kontes ini dimaksudkan antara lain untuk meningkatkan kapasitas intelektual melalui ajang uji kreatifitas mahasiswa, meningkatkan kemandirian dan kesiapandalam menghadapi tantangan yang bersifat regional maupun global. Penyelenggaraan kontes tersebut juga bermotivasi membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta kemaritiman. Proses pembentukan karakter mahasiswa melalui ajang kontes ini diharapkan dapat menimbulkan semangat untuk membangun bangsa berdasarkan kompetensi yang dimiliki. 

2. MAKSUD DAN TUJUAN 

Maksud dan tujuan penyelenggaraan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) atau ROBOBOAT, antara lain: 
  1. Menumbuhkan kreatifitas mahasiswa dalam rancang bangun kapal, perencanaan sistem penggerak, serta otomasi navigasi mendukung kemampuan manuver untuk mitigasi bencana. 
  2. Mendorong kemandirian dan kesiapan menghadapi tantangan perkembangan teknologi baik yang bersifat regional maupun global dalam bidang perkapalan maupun sistem navigasi khusus pada kemampuan maneuver untuk menunjang mitigasi. 
  3. Menumbuh kembangkan rasa persatuan, nasionalisme dan cinta kemaritiman. 

3. TEMA 

Setiap tahun penyelenggaraan harus ada tema yang disesuaikan dengan visi misi, perkembangan  teknologi dan ciri lokal perguruan tinggi penyelenggara

4. PERSYARATAN PESERTA 

  1. Tim peserta KKCTBN atau ROBOBOAT harus berasal dari perguruan tinggi di Indonesia.
  2. Setiap tim peserta harus mengirimkan 2 (dua) copy proposal ke alamat Dikti yang berisi tentang rencana pembuatan prototipe kapal tanpa awak. 
  3. Evaluasi keikutsertaan akan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 
  • Evaluasi kelayakan proposal sesuai dengan tema kontes.
  • Setelah lolos evaluasi proposal peserta diwajibkan membuat prototipe kapal cepat tak berawak atau roboboat sesuai dengan proposal yang diajukan. Video kemajuan pelaksanaan/pembuatan prototipe kapal harus diupload ke website/blog peserta. 
  • Laporan kemajuan beserta dokumentasi dikirim ke alamat website/blog ke panitia 
  • Peserta yang lolos evaluasi kemajuan akan diumumkan melalui secara online dan diundang untuk mengikuti kontes. 
  • Evaluasi terakhir dilakukan pada performa kapal cepat tak berawak / roboboat saat kontes.


Selasa, 15 Maret 2016

Program Hibah Bina Desa (PHBD)



Latar Belakang

Mahasiswa adalah luaran dari sistem pendidikan nasional yang akan menjadi penggerak bangsa di masa depan. Oleh karena itu, salah satu indikator kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari kualitas mahasiswanya saat ini. Mahasiswa yang berkualitas adalah mahasiswa yang memiliki multi kecerdasan, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan sosial. Oleh karena itu, proses pembelajaran perguruan tinggi harus mampu mengembangkan soft skills dan hard skills mahasiswa serta mampu membangkitkan, menumbuhkan, dan mengembangkan berbagai dimensi kecerdasan tersebut. Soft skills mahasiswa dapat dikembangkan melalui berbagai program, salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat. Sehubungan dengan itu Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk terjun membangun desa, melalui Program Hibah Bina Desa (PHBD).

PHBD adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Mahasiswa pelaksana PHBD ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Di sisi lain, masyarakat desa diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk diwujudkan menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis masyarakat menjadi lebih berkembang dan bermanfaat.

Tujuan

Tumbuhnya kepedulian dan terbukanya kesempatan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan, melalui program pengabdian kepada masyarakat yaitu:
  1. membantu mengatasi permasalahan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan yang dihadapi masyarakat desa melalui upaya peningkatan kesadaran/sikap, wawasan/pengetahuan dan keterampilan; 
  2. menerapkan konsep pemberdayaan dan atau teknologi tepat guna dalam tim kerja yang bersifat interdisipliner dan kolaboratif; 
  3. membangun kemitraan dengan stakeholder terkait dalam mewujudkan program; 
  4. menjadikan lokasi PHBD sebagai desa binaan kampus.

Lingkup

Lingkup bidang PHBD meliputi pendidikan, pertanian, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Kegiatan yang diusulkan harus bersifat strategis dan berkelanjutan berdasarkan potensi dan identifikasi masalah masyarakat serta memiliki roadmap yang jelas yang menggambarkan partisipasi masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha/industri.

Tema

Tema Hibah Bina Desa antara lain:
  1. Pengentasan kemiskinan; 
  2. Kesehatan; 
  3. Pendidikan; 
  4. Ketahanan dan keamanan pangan; 
  5. Energi baru dan terbarukan; 
  6. Keragaman hayati; 
  7. Mitigasi bencana; 
  8. Seni dan budaya/industri kreatif/pariwisata; 
  9. Teknologi informasi dan komunikasi. 
Adapun lingkup sasaran kegiatan PHBD adalah satu desa yang dapat dijangkau (akses) dengan mudah oleh Ormawa/perguruan tinggi pelaksana pada saat dan pasca pelaksanaan. 

PARTISIPAN

Pengusul PHBD adalah kelompok mahasiswa aktif program Sarjana atau Diploma berbagai disiplin yang tergabung di dalam organisasi kemahasiswaan baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun lembaga eksekutif mahasiswa dan disetujui oleh Pemimpin Perguruan Tinggi pelaksana.

Organisasi dimaksud adalah Ormawa intra perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang dibuktikan dengan Surat Keputusan Pemimpin Perguruan Tinggi atau Ormawa antar perguruan tinggi yang dibuktikan dengan Surat Keputusan dari Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan/Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. 

PROPOSAL

Persyaratan Administratif 

Setiap proposal harus memenuhi persyaratan administrasi, yaitu:
  • Diajukan oleh ketua pengusul diketahui oleh pemimpin organisasi pengusul dan Dosen Pendamping, disetujui oleh Wakil Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan. 
  • Jumlah pelaksana minimal 7 orang (minimal dari 2 angkatan yang berbeda). 
  • Wajib menyertakan SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KERJA SAMA (bermeterai) dari kelompok masyarakat sasaran yang disetujui oleh pemerintah desa. 
  • Wajib menyertakan surat keputusan legalitas organisasi dari Rektor/Ketua/Direktur (intrakampus) atau Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan/Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (antar kampus). 
  • Diajukan secara daring (on-line). 
Penulisan Pra-Proposal 

Pra-proposal disusun secara ringkas maksimal 6 halaman A4, 1,5 pasi, jenis Times New Roman ukuran font 12 dengan Sistematika dan penjelasan penulisan pra-proposal sebagai berikut:

JUDUL
Judul hendaklah singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas memberi gambaran kegiatan yang diusulkan.

LATAR BELAKANG MASALAH
  • Uraikan secara jelas potret, profil, dan kondisi masyarakat sasaran yang akan dilibatkan. 
  • Uraikan kondisi dan potensi wilayah dari segi fisik, sosial, ekonomi maupun lingkungan yang relevan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. 
PERUMUSAN MASALAH
  • Rumuskan dengan jelas permasalahan yang akan diselesaikan mengacu pada tema-tema kegiatan yang telah ditetapkan. 
  • Tunjukkan masalah yang menjadi prioritas dalam program yang akan dilaksanakan 
  • Perumusan masalah tidak harus dalam bentuk pertanyaan. 
TUJUAN
  • Rumuskan tujuan yang akan dicapai secara spesifik dan merupakan kondisi baru yang diharapkan terwujud setelah program selesai dilaksanakan. 
  • Rumusan tujuan harus jelas dan dapat diukur. 
INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM
Indikator keberhasilan sebelum dan sesudah program meliputi hal-hal sebagai berikut:
  • Perubahan perilaku masyarakat (pengetahuan, sikap mental/kesadaran dan keterampilan). 
  • Perubahan fisik. 
  • Terjalinnya kemitraan dengan berbagai pihak. 
  • Terbentuknya kelembagaan lokal di masyarakat yang meneruskan dan mengembangkan program; 
LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran program terdiri atas:
  • Manual/panduan aplikasi teknologi produk PHBD; 
  • Artikel ilmiah; 
  • Dihasilkannya program tindak lanjut 
  • Profil dan poster hasil pelaksanaan program. 
  • Publikasi media masa 
KEGUNAAN
Jelaskan manfaat yang akan diperoleh bagi masyarakat sasaran, dari sisi ekonomi maupun ipteks, pada saat kegiatan berlangsung maupun setelah Program selesai dilaksanakan.

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
  • Penjelasan mengenai kondisi awal kelompok sasaran yang akan menerima kegiatan pengabdian agar diuraikan secara faktual dengan dilengkapi data-data yang cukup, lokasi daerah sasaran ditunjukkan dengan media elektronik misalnya Google Maps. 
  • Uraikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. 
METODE PELAKSANAAN
  • Cantumkan hasil analisis kebutuhan sasaran terhadap program yang dipilih. 
  • Uraian metode yang digunakan dalam pelaksanaan program. 
  • Uraian cara atau tahapan untuk keberhasilan program mengacu kepada indikator keberhasilan program. 
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu penyelesaian kegiatan ditentukan oleh pelaksana sekaligus pelaporan penggunaan dana untuk menyelesaikan kegiatan tetap mengacu pada jadwal di buku panduan.

KEMITRAAN
Uraian peran pihak-pihak yang bermitra dalam pelaksanaan dan pasca program.

BIAYA
Jumlah biaya yang diperlukan dan sumbernya (tidak diperkenankan untuk membeli alat yang berkaitan dengan kesekretariatan). Honorarium bagi tim pelaksana, dosen pendamping, ataupun tenaga pembantu lainya)

Penulisan Proposal Lengkap

Pra-proposal terpilih akan diminta untuk mempresentasikan proposal lengkap dengan ketentuan:
  • Proposal disusun mengikuti sistematika penulisan sesuai kriteria yang tercantum dalam buku pedoman ini, tidak lebih dari 15 halaman dihitung mulai dari Latar belakang sampai dengan Rancangan biaya (tidak termasuk halaman sampul, halaman pengesahan, Daftar isi, Daftar Gambar, Daftar Tabel dan lampiran) 
  • Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang baku 
  • Kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan, diberi nomor halaman menggunakan angka romawi-kecil, dan diketik di sebelah kanan-bawah (i, ii, dan seterusnya). 
  • Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka Arab. 
  • Gambar dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka Arab. 
Sistematika dan penjelasan penulisan proposal lengkap adalah sebagai berikut:

JUDUL
Judul PHBD hendaklah singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas memberi gambaran kegiatan yang diusulkan.

LATAR BELAKANG MASALAH
  • Uraikan dengan jelas potret, profil, dan kondisi masyarakat sasaran yang akan dilibatkan dalam PHBD. 
  • Uraikan kondisi dan potensi wilayah dari segi fisik, sosial, ekonomi maupun lingkungan yang relevan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. 
PERUMUSAN MASALAH
  • Rumuskan dengan jelas permasalahan yang akan diselesaikan mengacu pada tema-tema kegiatan yang telah ditetapkan. 
  • Tunjukkan masalah yang menjadi prioritas dalam program yang akan dilaksanakan. 
  • Perumusan masalah tidak harus dalam bentuk pertanyaan. 
TUJUAN
  • Uraikan tujuan yang akan dicapai secara spesifik dan merupakan kondisi baru yang diharapkan terwujud setelah PHBD selesai dilaksanakan. 
  • Uraian tujuan harus jelas dan dapat diukur. 
INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM
Indikator keberhasilan program adalah :
  • Perubahan perilaku masyarakat (pengetahuan, sikap, mental dan keterampilan); 
  • Perubahan fisik; 
  • Pengembangan kelembagaan dan kemitraan; dan 
  • Dihasilkannya program tindak lanjut. 
LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran program terdiri atas:
  • Manual/panduan aplikasi teknologi produk PHBD; 
  • Artikel ilmiah; 
  • Terbentuknya kelembagaan lokal di masyarakat yang meneruskan dan mengembangkan program; 
  • Poster 
  • Profil PHBD 
  • Publikasi media masa 
KEGUNAAN
Sebutkan manfaat yang akan diperoleh bagi masyarakat sasaran, dari sisi pemberdayaan, ekonomi, sosial maupun teknologi, pada saat kegiatan berlangsung maupun setelah dilaksanakan.

GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

Penjelasan mengenai kondisi awal kelompok sasaran yang akan menerima kegiatan pengabdian agar diuraikan secara faktual dengan dilengkapi data-data yang cukup (jumlah orang yang terlibat dalam program, luasan lahan, volume, jenis kegiatan, keterlibatan mitra dll). Uraikan permasalahan yang dihadapi.

METODE PELAKSANAAN
  • Uraikan metode yang digunakan dalam pelaksanaan program secara rinci, meliputi teknik, cara atau tahapan kegiatan dalam menyelesaikan permasalahan dan sekaligus pencapaian tujuan program. 
  • Tahap Pelaksanaan meliputi : 
  1. Identifikasi masalah; 
  2. Analisis kebutuhan; 
  3. Penyusunan Program; 
  4. Pelaksanaan Program; 
  5. Monitoring dan Evaluasi berdasarkan indikator keberhasilan program; 
  6. Lokakarya hasil dengan menghadirkan stakeholder program; 
  7. Pelaporan. 
INSTRUMEN PENDUKUNG
  1. Format rencana pelaksanaan program 
  2. Logbook kegiatan 
  3. Form monitoring pasca program (Tim pengusul akan melakukan pemutakiran data sasaran pada saat 3, 6, 9, 12 bulan program
JADWAL KEGIATAN PROGRAM
Jadwal kegiatan harus rinci dan jelas meliputi persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan dalam bentuk Bar-chart. Bar-chart memberikan rincian kegiatan dan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut.

RANCANGAN BIAYA
  • Biaya maksimum Rp 45.000.000,- 
  • Buatlah rancangan biaya secara lengkap, wajar, dan jelas peruntukannya dengan rekapitulasi biaya terdiri atas: 
  1. Bahan habis pakai; 
  2. Peralatan penunjang, kecuali alat kesekretariatan; 
  3. Perjalanan; 
  4.  Seminar dan publikasi 
  • Honorarium tidak diperkenankan bagi tim pelaksana, dosen pendamping, ataupun tenaga pembantu lainnya. 
LAMPIRAN-LAMPIRAN
  1. Biodata singkat ketua dan anggota pelaksana program serta dosen pendamping. Biodata harus dilengkapi dengan tanda tangan basah. 
  2. Gambaran metode atau model pemberdayaan dan teknologi yang akan diterapkan. 
  3. Surat pernyataan kesediaan bekerjasama dengan pemerintah desa yang menjadi lokasi binaan. 
  4. Surat Pernyataan Pelaksana PHBD
  5. Denah lokasi Bina Desa 
Pendaftaran Pra Proposal

Pendafaran pra-proposal dilakukan secara daring melalui laman: http://phbd.ristekdikti.go.id/ dengan tata cara berikut:
  1. Membuka laman: http://phbd.ristekdikti.go.id/, menu pendaftaran pra proposal. 
  2. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan. 
  3. Melampirkan/menggunggah dokumen elektronik berupa file dengan format PDF sebagai berikut: 
  • Surat Keputusan Ormawa intra-PT yang ditandatangani oleh Rektor/Ketua/Direktur atau Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan/Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (untuk Ormawa antar-PT); 
  • Surat pernyataan kerja sama dari kelompok masyarakat sasaran yang diketahui oleh pemerintah desa; 
  • Surat kesediaan pembimbing untuk membimbing kegiatan PHBD; 
  • Rekomendasi dari Wakil Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan untuk kegiatan PHBD; 
Mencetak tanda bukti pendaftaran PHBD yang disertai dengan password.

Bagi organisasi kemahasiswaan bukan tingkat perguruan tinggi, selain melampirkan SK, harus melampirkan persetujuan dari Wakil Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan. 

Pendaftaran Proposal Lengkap

  1. Memilih menu pendaftaran proposal pada laman: http://phbd.ristekdikti.go.id/ dengan menggunakan password yang sudah diberikan sebelumnya;
  2. Mengunggah proposal lengkap berupa softcopy dengan format PDF sesuai ketentuan panduan;
  3. Mengunggah Surat Tugas Tim PHBD yang diterbitkan oleh Wakil Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan. 
Pengumuman Undangan Presentasi
  1. Proposal yang lolos untuk mengikuti kegiatan presentasi dapat dilihat pada laman: http://phbd.ristekdikti.go.id/ dan dikirim melalui surel ketua tim. 
  2. Peserta yang diundang membawa kelengkapan sebagai berikut: 
  • Bahan presentasi dan Dokumen pendukung kondisi awal sasaran kegiatan PHBD (foto, video, hasil wawancara, dll); 
  • Proposal sebanyak 2 (dua) hardcopy; 
  • Surat Tugas dari pimpinan perguruan tinggi. 

PENILAIAN

Penilaian dilakukan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu:
  1. Penilaian Tahap I dilakukan untuk menilai pra-proposal (seleksi administrasi dan isi/konten). 
  2. Penilaian Tahap II dilakukan untuk menilai proposal lengkap yang dilakukan melalui desk evaluation. 
  3. Penilaian Tahap III yang dilakukan melalui presentasi bagi proposal lengkap yang dinyatakan layak. 
Untuk proposal yang didanai akan dilakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan yang dilakukan pada pertengahan pelaksanaan program .



Sabtu, 19 Desember 2015

Olimpiade Nasional MIPA Perguruan Tinggi (ON-MIPA)

OLIMPIADE NASIONAL MIPA (ON MIPA) PERGURUAN TINGGI


Pedoman KN-MIPA 2020

LATAR BELAKANG

Secara umum Matematika dan Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) merupakan bidang/mata pelajaran/mata kuliah yang kurang diminati di masyarakat. Selain itu dijumpai kenyataan pula bahwa prestasi peserta didik di satuan pendidikan setiap jenjang untuk bidang MIPA memang masih relatif rendah, khususnya mahasiswa. Padahal di sisi lain, kualitas bidang Matematika dan Sains menjadi tolok ukur penting dalam daya saing atau kualitas pendidikan suatu negara.

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (d/h Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) menyelenggarakan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) sebagai bagian untuk mempersiapkan mahasiswa dalam rangka mendorong dan atau meningkatkan prestasi dan mutu bidang MIPA tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Olimpiade mulai diselenggarakan pada tahun 2009 dengan tiga bidang lomba yaitu Matematika, Kimia dan Fisika.

Mulai tahun 2011 bidang yang dilombakan mencakup Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi. Lomba dilakukan dalam tiga tahap yaitu Tahap I di tingkat perguruan tinggi yang menghasilkan 7 mahasiswa terbaik masing-masing bidang, Tahap II tingkat wilayah untuk menentukan 50 mahasiswa terbaik dan Tahap III di tingkat nasional yang menghasilkan 25 mahasiswa terbaik.

TUJUAN

Tujuan dari Olimpiade Nasional MIPA-PT ini adalah:
  1. Mendorong peningkatan kemampuan akademik dan memperluas wawasan mahasiswa. 
  2. Mendorong mahasiswa untuk lebih mencintai bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. 
  3. Mendorong peningkatan kualitas dan memperluas wawasan staf pengajar. 
  4. Memberikan masukan untuk perbaikan pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. 
  5. Menjadi sarana promosi dan meningkatkan daya tarik Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi di tengah-tengah masyarakat. 

PENANGGUNGJAWAB

  • Pusat Prestasi Nasional Kemdikbud
  • Ditjen Pendidikan Tinggi
  • Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah I s.d. XIV 
  • Pimpinan bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi 

PESERTA DAN PERSYARATAN

Peserta adalah mahasiswa:
  • program studi Strata Satu (S1) perguruan tinggi di lingkungan Kemenristekdikti; 
  • maksimal semester 8; 
  • terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti); 
  • belum lulus sampai dengan tanggal 31 Agustus pada tahun pelaksanaan seleksi;  
  • berasal dari bidang ilmu MIPA atau yang relevan. 
  • belum pernah mendapatkan medali emas atau Juara I dalam ON MIPA-PT atau OSN-Pertamina. 
  • peserta seleksi Tahap II adalah peserta terbaik hasil seleksi Tahap I dan mendapatkan rekomendasi dari pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan. 

PENDAFTARAN

Pendaftaran Peserta:
  • Tahap I mendaftar ke panitia penyelenggara di masing-masing perguruan tinggi. 
  • Tahap II pendaftaran peserta dilakukan secara langsung ke Kopertis Wilayah sesuai dengan pengelompokan wilayah/regional sebagaimana tercantum dalam buku pedoman ini dengan mengacu pada format pendaftaran. 

MEKANISME DAN TEMPAT SELEKSI

  • Tahap I (Tingkat Perguruan Tinggi) untuk menentukan 7 (tujuh) mahasiswa terbaik pada masing-masing bidang studi untuk mengikuti seleksi Tahap II (Tingkat Wilayah). 
  • Tahap II (Tingkat Wilayah) dilaksanakan secara serentak di 14 (empat belas) wilayah/regional, dengan pembagian sebagai berikut:


Wilayah
Provinsi
I
Sumatera Utara, 
II
Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung 
III
DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Banten 
IV
Jawa Barat 
V
D.I. Yogyakarta 
VI
Jawa Tengah 
VII
Jawa Timur 
VIII
Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali 
IX
Sulsel, Sulut, Sulteng, Sultra, Sulbar, dan Gorontalo 
X
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau (Kepri), dan Jambi 
XI
Kalsel, Kalbar, Kalteng, Kaltim, dan Kaltara
XII
Maluku, dan Maluku Utara 
XIII
Aceh 
XIV
Papua, dan Papua Barat

Pengumuman hasil seleksi tahap II akan dikirimkan kepada masing-masing perguruan tinggi, Kopertis serta akan dipublikasikan melalui laman: www.dikti.go.id dan www.pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id 
  • Tahap III (Tingkat Nasional)
Seleksi Tahap III diikuti oleh maksimal 64 mahasiswa setiap bidangnya yang terdiri atas:
  1. Juara I dan II hasil seleksi tahap II ON MIPA-PT tingkat wilayah; 
  2. Peserta terbaik dari PTS di masing-masing wilayah yang memenuhi passing grade yang ditentukan oleh tim juri nasional; 
  3. Juara II dan III OSN-Pertamina Kategori Teori tahun sebelumnya; 
  4. Mahasiswa yang dikirim untuk mewakili Indonesia dalam mengikuti kompetisi internasional atau IMC (International Mathematics Competition) pada tahun sebelumnya jika masih memenuhi persyaratan; 
  5. Mahasiswa peraih nilai tertinggi seleksi Tahap II (selain butir a) secara keseluruhan untuk memenuhi kuota maksimal 64 mahasiswa. 
Pada Tahap III ini akan ditentukan 25 mahasiswa terbaik per bidang dengan pengelompokan:
  • Empat peraih medali emas, 
  • Enam medali perak, 
  • Sepuluh medali perunggu, dan 
  • Lima honorable mention. 
Pengumuman hasil seleksi pada Tahap III ON MIPA-PT akan dilaksanakan pada saat penutupan. Sedangkan penyelenggara seleksi Tahap III adalah perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Belmawa.


JADWAL SELEKSI

Jadwal pelaksanaan ON MIPA-PT adalah:


NO
KEGIATAN
WAKTU
KET.
1
Seleksi Tahap I (di PT masing-masing)
Minggu Ke 4 Februari -Minggu Ke 4 Maret

2
Waktu Pendaftaran Peserta Tahap II
Maret- April 2
di Kopertis Wilayah Masing-masing
3
Penyerahan daftar peserta Seleksi Tahap II
April

dari Kopertis ke Dikti
4
Seleksi Tahap II
April
Serentak di 14 wilayah/regional
5
Pengumuman Hasil Seleksi Tahap II
April

6
Penyelenggaraan  Seleksi Tahap III
Mei
Termasuk Penetapan Pemenang


    MATERI

    Seleksi olimpiade Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi terdiri dari dua jenis soal yaitu isian singkat dan atau uraian, dengan materi sebagai berikut.
    1. Materi olimpiade matematika mencakup: aljabar linier, struktur aljabar, analisis real, analisis kompleks dan kombinatorika; 
    2. Materi olimpiade Kimia mencakup: Kimia Anorganik, Kimia Fisika, Kimia Organik, dan Kimia Analitik; 
    3. Materi olimpiade fisika mencakup: mekanika klasik, mekanika kuantum, elektrodinamika, termodinamika, dan fisika modern; 
    4. Materi olimpiade Biologi mencakup: Kimia dalam kehidupan; Biologi sel; Genetika dan Biologi Molekuler; Fisiologi dan Metabolisma; Pertumbuhan, Perkembangan dan Reproduksi; Keanekaragaman Hayati; Ekologi dan Evolusi.


    ALOKASI WAKTU

    Tahap II (Wilayah)
    Seleksi terdiri atas dua jenis soal yaitu isian singkat dan atau uraian, diselenggarakan selama dua hari dengan alokasi waktu sebagai berikut:

    Hari
    Bidang
    Materi
    Waktu
    Hari pertama
    Matematika
      Analisis real 
      Kombinatorika
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Kimia
      Kimia Fisika
      Kimia Anorganik
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Fisika
      Mekanika Klasik
      Elektrodinamika
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Biologi
      Kimia dalam Kehidupan, Biologi Sel,
    Genetika & Biologi Molekuler
      Fisiologi dan Metabolisme; Pertumbuhan, Perkembangan dan Reproduksi
    1 x 120 menit

    1 x 120 menit
    Hari kedua
    Matematika
      Analisis kompleks dan struktur aljabar
      Aljabar linier
    2 x 60 menit
    1 x 120 menit
    Kimia
      Kimia Organik
      Kimia Analitik
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Fisika
      Termodinamika & Fisika Statistik
      Fisika Modern & Mekanika Kuantum
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Biologi
      Keanekaragaman Hayati
      Ekologi dan Evolusi
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit

    Tahap III (Nasional)
    Seleksi terdiri atas dua jenis soal yaitu isian singkat dan atau uraian, diselenggarakan selama dua hari dengan alokasi waktu sebagai berikut:

    Hari
    Bidang
    Materi
    Waktu
    Hari pertama
    Matematika
      Komprehensif I (mencakup 5 bidang)
    1 x 240 menit
    Kimia
      Kimia Fisika
      Kimia Anorganik
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Fisika
      Mekanika Klasik
      Elektrodinamika
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Biologi
      Kimia dalam Kehidupan, Biologi Sel,
    Genetika & Biologi Molekuler
      Fisiologi dan Metabolisme; Pertumbuhan, Perkembangan dan Reproduksi
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Hari kedua
    Matematika
      Komprehensif II (mencakup 5 bidang)
    1 x 240 menit
    Kimia
      Kimia Organik
      Kimia Analitik
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Fisika
      Termodinamika & Fisika Statistik
      Fisika Modern & Mekanika Kuantum
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit
    Biologi
      Keanekaragaman Hayati
      Ekologi dan Evolusi
    1 x 120 menit
    1 x 120 menit


    JURI

    Juri terdiri dari staf pengajar perguruan tinggi yang ditentukan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi.
    Juri bertugas menyusun dan menetapkan soal, menilai pekerjaan peserta, dan menetapkan pemenang/peserta seleksi tahap berikutnya. 

    PENGHARGAAN

    Peserta seleksi Tahap III akan mendapat 
    • Semua peserta mendapat Sertifikat dari Direktur Kemahasiswaan, Ditjen Belmawa;
    • Peraih medali mendapat dana pembinaan;
    • Khusus peraih medali pada bidang matematika akan diseleksi kembali untuk mengikuti ajang International Mathematics Competition (IMC) di Bulgaria.
    Selain itu, masing-masing juara menerima sertifikat, medali dan dana bantuan pembinaan masing-masing bidang yaitu:
    1. Peraih Medali Emas : Rp 6.500.000,00
    2. Peraih Medali Perak : Rp 4.500.000,00
    3. Peraih Medali Perunggu : Rp 2.500.000,00
    4. Honorable Mention : Rp 1.000.000,00

    PENDANAAN

    • Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. 
    • Seleksi pada Tahap I tingkat perguruan tinggi dan pembinaan untuk mengikuti Tahap II menjadi tanggung jawab perguruan tinggi masing-masing. 
    • Akomodasi dan transportasi seleksi Tahap II menjadi tanggung jawab perguruan tinggi pengirim. Panitia wilayah/regional hanya menyediakan makan siang dan atau snack untuk mahasiswa peserta. 
    • Akomodasi, konsumsi, dan transportasi peserta seleksi Tahap III ditanggung oleh Ditjen Belmawa. 

    PENYELENGGARAAN

    Olimpiade MIPA-PT 2013

    Proses ON MIPA–PT diawali pada seleksi/kompetisi di tingkat perguruan, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta pada bulan Februari-Maret 2013. Hasil seleksi dari tiap perguruan tinggi ini (ranking pertama s.d. ketujuh) berhak mengikuti seleksi tingkat wilayah, yang telah dilaksanakan secara serentak di Kopertis Wilayah I-XII pada tanggal 29-30 April 2013.Kompetisi tingkat wilayah diikuti oleh 3.279 mahasiswa yang berasal dari 12 Wilayah dengan rincian sebagai berikut:

    No
    Wilayah
    Mat
    Fis
    Kim
    Bio
    Total
    1
    Wilayah 1
    52
    46
    32
    35
    165
    2
    Wilayah 2
    52
    27
    17
    24
    120
    3
    Wilayah 3
    154
    125
    102
    134
    515
    4
    Wilayah 4
    108
    61
    69
    81
    319
    5
    Wilayah 5
    111
    80
    82
    111
    384
    6
    Wilayah 6
    90
    47
    52
    54
    243
    7
    Wilayah 7
    200
    90
    100
    150
    540
    8
    Wilayah 8
    32
    21
    20
    33
    106
    9
    Wilayah 9
    81
    58
    44
    72
    255
    10
    Wilayah 10
    59
    37
    38
    59
    193
    11
    Wilayah 11
    38
    32
    31
    34
    135
    12
    Wilayah 12
    90
    85
    62
    67
    304

    Total
    1.067
    709
    649
    854
    3.279

    Berdasarkan nilai dan  atau hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh tim juri semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk ikut berkompetisi. Hal ini terbukti dengan bertambahnya jumlah peserta ON MIPA-PT dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 mahasiswa yang ikut sebanyak 3.049 mahasiswa, sedangkan pada tahun ini tercatat 3.279 mahasiswa.

    Malam penutupan ON-MIPA 2013 di Surabaya

    Seleksi tingkat nasional yang dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 29 Mei s.d. 1 Juni 2013, diikuti oleh 62 mahasiswa setiap bidangnya yang terdiri atas: 
    • juara 1 dan 2 hasil seleksi tahap II ON MIPA-PT tahun 2013, 
    • mahasiswa peraih nilai tertinggi seleksi tahap II di masing-masing wilayah, juara 2 dan 3 OSN Pertamina Tahun 2012, dan 
    • mahasiswa yang dikirim untuk mewakili Indonesia dalam mengikuti kompetisi Internasional (IMC) pada tahun sebelumnya jika masih memenuhi persyaratan, dengan rincian sebagai berikut:

    NO
    KOMPONEN/BIDANG
    MAT
    FIS
    KIM
    BIO
    1
    Juara 1 dan 2 hasil Seleksi Tingkat Wilayah
    24
    24
    24
    24
    2
    Peserta yang memenuhi grade nilai pada Seleksi Tingkat Wilayah
    20
    25
    25
    24
    3
    Peserta terbaik dari PTS di masing-masing wilayah
    11
    11
    11
    12
    4
    Juara II dan III OSN-Pertamina Kategori Teori tahun 2012
    2
    2
    2
    2
    5
    Peserta IMC tahun sebelumnya yang masih memenuhi persyaratan.
    5




    JUMLAH
    62
    62
    62
    62

    Dalam seleksi tingkat nasional telah ditentukan 25 mahasiswa terbaik perbidang dengan pengelompokan: 4 peraih medali emas, 6 peraih medali perak, 10 peraih medali perunggu dan 5 peraih honorable mention. Peraih emas di semua bidang masih didominasi oleh perguruan tinggi ternama seperti ITB, UGM, UI, ITS, Unair dan perguruan tinggi swasta UPH dan Ubaya.

    Selain itu para peraih medali emas juga berhak mendapatkan beasiswa ko-ekstra kurikuler sampai lulus (semester VIII). Sedangkan untuk pemenang bidang Matematika, sebanyak 25 mahasiswa, akan diseleksi untuk menentukan 7 mahasiswa yang akan mewakili Indonesia untuk mengikuti International Mathematics Competition (IMC) XIX yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 – 12 Agustus 2013 di Blagoevgrad, Bulgaria.

    Hasil lengkap

    ONMIPA-PT 2014

    ON MIPA tahun 2014 diselenggarakan di Semarang pada tanggal 22-24 Mei 2014. Empat Perguruan Tinggi (PT) masing-masing Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mendominasi perolehan medali baik emas, perak, perunggu maupun peraih honorable mention. Acara diselenggarakan di Hotel Grand Candi ini yang terbagi untuk bidang Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi. Pada saat acara penutupan diumumkan 25 mahasiswa terbaik di setiap bidang dengan pengelompokan empat peraih medali emas, enam peraih medali perak, sepuluh peraih medali perunggu dan lima peraih honorable mention.Khusus pemenang bidang Matematika dilakukan pembinaan untuk menentukan tujuh mahasiswa yang akan mewakili Indonesia mengikuti ajang International Mathematics Competition (IMC) XXI yang diselenggarakan 28 Juli sampai dengan 5 Agustus 2014 di Blagoevgrad, Bulgaria.
    ONMIPA-PT 2015

    Penyelenggaraan ON MIPA-PT diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan akademik dan wawasan mahasiswa, serta kecintaan mereka terhadap MIPA. Selain itu, diharapkan pula kegiatan ini memberikan dampak pada peningkatan kualitas dan wawasan staf pengajar, serta memberikan masukan untuk perbaikan mutu pendidikan tinggi khususnya di bidang MIPA. Kegiatan ini dapat menjadi ajang atau sarana promosi dalam rangka meningkatkan daya tarik bidang studi, pelajaran atau matakuliah Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi di masyarakat.
    Olimpiade Nasional MIPA Perguruan Tinggi diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 24-28 Mei di Surabaya.

    Hasil olimpiade kali ini masih didominasi oleh PT tertentu yang setiap tahun menempati posisi 10 besar. Hanya saja kali ini ada kejutan dari PTS yang ditunjukkan oleh Universitas Surabaya yang menempati urutan 3 besar dan Universitas Pelita Harapan urutan 8 besar perolehan medali. Sepuluh besar juara ON MIPA 2015 adalah sebagai berikut.
      
    No
    Perguruan Tinggi
    Emas
    Perak
    Perunggu
    Jumlah
    1
    Insitut Teknologi Bandung
    7
    8
    5
    20
    2
    Universitas Gadjah Mada
    2
    3
    6
    11
    3
    Universitas Surabaya
    2
    2
    2
    6
    4
    Universitas Indonesia
    1
    6
    9
    16
    5
    Institut Pertanian Bogor
    1
    2
    2
    5
    6
    Institut Teknologi 10 Nopember
    -
    1
    2
    3
    7
    Universitas Padjadjaran
    1
    -
    2
    3
    8
    Universitas Pelita Harapan
    1
    -
    1
    2
    9
    Universitas Airlangga
    1
    -
    1
    2
    10
    Universitas Brawijaya
    -
    -
    2
    2
    11
    Universitas Diponegoro
    -
    -
    2
    2

    Secara lengkap para Juara ON-MIPA per bidang adalah sebagai berikut.

         Bidang Matematika
    No
    Nama
    Perguruan Tinggi
    Medali
    1
    Muhammad Al Kahfi
    Institut Teknologi Bandung
    Emas
    2
    Made Benny Prasetya Wiranata
    Universitas Gadjah Mada
    Emas
    3
    Erwin Eko Wahyudi
    Universitas Gadjah Mada
    Emas
    4
    Afif Humam
    Institut Teknologi Bandung
    Emas
    5
    Ari Wibisana
    Universitas Indonesia
    Perak
    6
    Tubagus Dhafin Rukmanda
    Universitas Indonesia
    Perak
    7
    Brilly Maxel Salindeho
    Institut Teknologi Bandung
    Perak
    8
    Muhammad Khairul Ramadhan
    Universitas Indonesia
    Perak
    9
    Williem Prasetia Widiatno
    Universitas Hasanuddin
    Perak
    10
    Galih Pradananta
    Institut Teknologi Bandung
    Perak
    11
    Yusuf Hafidh
    Institut Teknologi Bandung
    Perunggu
    12
    Moh. Taufik Hakiki
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    13
    Jona Martinus Manulang
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    14
    Garry Ariel
    Universitas Gadjah Mada
    Perunggu
    15
    Evan Kurnia Alim
    Universitas Pelita Harapan
    Perunggu
    16
    Willy Sumarno
    Universitas Gadjah Mada
    Perunggu
    17
    Boby Gunarso
    Universitas Sanata Dharma
    Perunggu
    18
    Wismoyo Adinegoro
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    19
    Wendy Wijaya
    Universitas Jambi
    Perunggu
    20
    Muhammad Luthfi Shahab
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    Perunggu

         Bidang Biologi
    No
    Nama
    Perguruan Tinggi
    Medali
    1
    Mhd Fauzi Ramadhani Nasution
    Institut Teknologi Bandung
    Emas
    2
    Rosaria
    Universitas Pelita Harapan
    Emas
    3
    Go Melisa Gunawan
    Universitas Surabaya
    Emas
    4
    Mashudi
    Institut Pertanian Bogor
    Emas
    5
    Muhammad Fadhil Amin
    Institut Pertanian Bogor
    Perak
    6
    Ramli
    Universitas Negeri Makassar
    Perak
    7
    Tirta Widi Gilang Citradi
    Institut Teknologi Bandung
    Perak
    8
    Husni Muarif
    Universitas Gadjah Mada
    Perak
    9
    Yoanes Maria Viaaey
    Universitas Surabaya
    Perak
    10
    Ekky Ilham Romadhona
    Institut Pertanian Bogor
    Perak
    11
    Ita Rostina
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    12
    Ali Muharom
    Universitas Gadjah Mada
    Perunggu
    13
    Naylah Muna
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    14
    Steven Taniwan
    Universitas Sumatera Utara
    Perunggu
    15
    Fania Feby Ramadhani
    Institut Teknologi Bandung
    Perunggu
    16
    Tri Yulia Ningsih
    Universitas Jenderal Soedirman
    Perunggu
    17
    Yudisthira Oktaviandie
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    18
    Muhammad Umar Said Muksini
    Institut Pertanian Bogor
    Perunggu
    19
    Calvin Wijaya Johan
    Universitas Surabaya
    Perunggu
    20
    Muhamad Nastain
    Universitas Diponegoro
    Perunggu

        Bidang Fisika
    No
    Nama
    Perguruan Tinggi
    Medali
    1
    Werdi Wedana Gunawan
    Institut Teknologi Bandung
    Emas
    2
    Muhammad Syamsul Arifin
    Institut Teknologi Bandung
    Emas
    3
    Bagus Dewangga
    Institut Teknologi Bandung
    Emas
    4
    Alexander Sitompul
    Universitas Indonesia
    Emas
    5
    Gema Ilham Baskara Darman
    Universitas Indonesia
    Perak
    6
    Andri Darmawan
    Universitas Gadjah Mada
    Perak
    7
    Ramadhiansyah
    Institut Teknologi Bandung
    Perak
    8
    Trendy Prima Wijaya
    Institut Teknologi Bandung
    Perak
    9
    Bintang Alam Semesta W.A.M.
    Institut Teknologi Bandung
    Perak
    10
    Catur Wibisono
    Universitas Indonesia
    Perak
    11
    Kurniawan
    Universitas Gadjah Mada
    Perunggu
    12
    Darmawan
    Universitas Airlangga
    Perunggu
    13
    Laurentius Pranata
    Universitas Diponegoro
    Perunggu
    14
    Yuda Prima Hardianto
    Universitas Negeri Malang
    Perunggu
    15
    Reyhan Danil Ambaga
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    16
    I Wayan Windu Sara
    Universitas Pendidikan Ganesha
    Perunggu
    17
    Fenda Rizky Pratama
    Universitas Brawijaya
    Perunggu
    18
    Halimah Harfah
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    19
    Eddy Kurniawan
    Universitas Gadjah Mada
    Perunggu
    20
    Ivandito Herdayanditya
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    Perunggu

           Bidang Kimia
    No
    Nama
    Perguruan Tinggi
    Medali
    1
    Vidia Afina Nuraini
    Universitas Padjadjaran
    Emas
    2
    Ivan Kurniawan
    Institut Teknologi Bandung
    Emas
    3
    Marvel Lewi Santoso
    Universitas Surabaya
    Emas
    4
    M. Al Rizqi Dharma Fauzi
    Universitas Airlangga
    Emas
    5
    Magun Surya
    Universitas Indonesia
    Perak
    6
    Denny Gunawan
    Universitas Surabaya
    Perak
    7
    Hafiz Aji Aziz
    Universitas Gadjah Mada
    Perak
    8
    Muhammad Ghifari Ridwan
    Institut Teknologi Bandung
    Perak
    9
    Clarissa Welny Saleh
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    Perak
    10
    Muhsin Ali Hadi
    Institut Teknologi Bandung
    Perak
    11
    Muhammad Fernadi Lukman
    Universitas Gadjah Mada
    Perunggu
    12
    Mokhamat Ariefin
    Universitas Brawijaya
    Perunggu
    13
    Muhammad Faqih Alwi
    Institut Teknologi Bandung
    Perunggu
    14
    Dida Ridwan Taufiq
    Universitas Padjadjaran
    Perunggu
    15
    Fajar Prihatno
    Universitas Indonesia
    Perunggu
    16
    Muhammad Farras Wibisono
    Institut Teknologi Bandung
    Perunggu
    17
    Januar Ishak
    Universitas Surabaya
    Perunggu
    18
    Wahyu Orphan Kuswantoro
    Institut Teknologi Bandung
    Perunggu
    19
    Achmad Gus Fahmi
    Institut Pertanian Bogor
    Perunggu
    20
    Kindi Farabi
    Universitas Padjadjaran
    Perunggu

    ONMIPA-PT 2016

    Olimpiade Nasional MIPA Perguruan Tinggi tahun 2016 diselenggarakan di Hotel Kartika Candra Jakarta pada tanggal 23-26 Mei. Melalui ON MIPA-PT diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan akademik dan wawasan mahasiswa, serta kecintaan mereka terhadap MIPA. Selain itu, diharapkan pula kegiatan ini memberikan dampak pada peningkatan kualitas dan wawasan staf pengajar, serta memberikan masukan untuk perbaikan mutu pendidikan tinggi khususnya di bidang MIPA. Kegiatan ini dapat menjadi ajang atau sarana promosi dalam rangka meningkatkan daya tarik bidang studi, pelajaran atau matakuliah Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi di masyarakat

    Hasil olimpiade kali ini masih didominasi oleh PT tertentu yang setiap tahun menempati posisi 10 besar. Hanya saja kali ini ada kejutan dari PTS yang ditunjukkan oleh Universitas Surabaya yang menempati urutan 3 besar dan Universitas Pelita Harapan urutan 8 besar perolehan medali. Sepuluh besar juara ON MIPA 2016 dapat dilihat pada Tabel berikut.

    Tabel Sepuluh besar juara ON MIPA 2016

    No
    Perguruan Tinggi
    Emas
    Perak
    Perunggu
    Jumlah
    1.     
    Insitut Teknologi Bandung
    7
    8
    5
    20
    2.     
    Universitas Gadjah Mada
    2
    3
    6
    11
    3.     
    Universitas Surabaya
    2

    2
    6
    4.     
    Universitas Indonesia
    1
    6
    9
    16
    5.     
    Institut Pertanian Bogor
    1
    2
    2
    5
    6.     
    Institut Teknologi 10 Nopember
    -
    1
    2
    3
    7.     
    Universitas Padjadjaran
    1
    -
    2
    3
    8.     
    Universitas Pelita Harapan
    1
    -
    1
    2
    9.     
    Universitas Airlangga
    1
    -
    1
    2
    10.  
    Universitas Brawijaya
    -
    -
    2
    2
    11.  
    Universitas Diponegoro
    -
    -
    2
    2


    Peraih medali pada setiap bidang olimpiade secara berurutan dapat dilihat pada tabel berikut. 

    A.   BIDANG MATEMATIKA

    No
    No.
    Tes
    Nama
    Perguruan Tinggi
    Total
    Nilai
    Medali
    1
    153
    Boby Gunarso
    Universitas Sanata Dharma
    47
    Emas
    2
    189
    Ari Wibisana
    Universitas Indonesia
    46
    Emas
    3
    171
    Yusuf Hafidh
    Institut Teknologi Bandung
    43
    Emas
    4
    167
    Willy Sumarno
    Universitas Gadjah Mada
    40
    Perak
    5
    197
    Riky Kurniawan
    Universitas Gadjah Mada
    32
    Perak
    6
    110
    Dewita Sonya Tarabunga
    Institut Teknologi Bandung
    31
    Perak
    7
    123
    Galih Pradananta
    Institut Teknologi Bandung
    31
    Perak
    8
    126
    Garry Ariel
    Universitas Gadjah Mada
    29
    Perak
    9
    151
    Poetri Sonya Tarabunga
    Institut Teknologi Bandung
    28
    Perunggu
    10
    176
    Muhammad Khairul Ramadhan
    Universitas Indonesia
    27
    Perunggu
    11
    183
    Mu'amar Musa Nurwigantara
    Universitas Gadjah Mada
    25
    Perunggu
    12
    195
    Moh. Taufik Hakiki
    Universitas Indonesia
    22
    Perunggu
    13
    132
    Resita Sri Wahyuni
    Universitas Gadjah Mada
    21
    Perunggu
    14
    185
    Muhamad Faikar Mustafidz Al Habibi
    Universitas Negeri Malang
    20
    Perunggu
    15
    147
    Aholiab Tegar Tritama
    Institut Teknologi Bandung
    18
    Perunggu
    16
    143
    Evan Kurnia Alim
    Universitas Pelita Harapan
    17
    HM
    17
    165
    Tubagus Dhafin Rukmanda
    Universitas Indonesia
    17
    HM
    18
    125
    Alzimna Badril Umam
    Universitas Gadjah Mada
    14
    HM
    19
    134
    Stefanus Ng
    Universitas Indonesia
    14
    HM
    20
    177
    Bima Satrya Sebayang
    Universitas Sumatera Utara
    14
    HM


    B.    BIDANG FISIKA


    No
    No.
    Tes
    Nama
    Perguruan Tinggi
    Total
    Nilai
    Medali
    1
    370
    Atrian Rahadi
    Institut Teknologi Bandung
    46.25
    Emas
    2
    306
    Gema Ilham Baskara Darman
    Universitas Indonesia
    34.38
    Emas
    3
    316
    Yusmantoro
    Universitas Negeri Semarang
    32.23
    Emas
    4
    302
    Fenda Rizky Pratama
    Universitas Brawijaya
    31.50
    Perak
    5
    345
    Yulyanto
    Universitas Tanjungpura
    31.13
    Perak
    6
    365
    Reyhan Dani Lambaga
    Universitas Indonesia
    30.63
    Perak
    7
    376
    Kurniawan
    Universitas Gadjah Mada
    29.88
    Perak
    8
    371
    Ramadhiansyah
    Institut Teknologi Bandung
    29.38
    Perak
    9
    375
    Trendy Prima Wijaya
    Institut Teknologi Bandung
    28.25
    Perunggu
    10
    337
    Asedio Satya G.
    Universitas Gadjah Mada
    27.91
    Perunggu
    11
    322
    Muhammad Rizki H
    Institut Teknologi Bandung
    27.60
    Perunggu
    12
    304
    Darius Chandra
    Institut Teknologi Bandung
    26.63
    Perunggu
    13
    388
    Catur Wibisono
    Universitas Indonesia
    26.63
    Perunggu
    14
    389
    Eddy Kurniawan
    Universitas Gadjah Mada
    25.75
    Perunggu
    15
    391
    Habib Rizqa Karima
    Universitas Indonesia
    25.50
    Perunggu
    16
    358
    Rizki Fadli
    Institut Teknologi Bandung
    24.23
    HM
    17
    319
    Andi Muhammad Risqi
    Universitas Indonesia
    23.25
    HM
    18
    350
    R Mukhammad Mirwan Sabiq
    Universitas Negeri Yogyakarta
    23.25
    HM
    19
    352
    Daniel Sanjaya
    Institut Teknologi Bandung
    22.13
    HM
    20
    312
    Muhammad Ahyad
    Institut Pertanian Bogor
    21.38
    HM

    C.   BIDANG KIMIA

    No
    No.
    Tes
    Nama
    Perguruan Tinggi
    Total
    Nilai
    Medali
    1
    508
    Magun Surya
    Universitas Indonesia
    251
    Emas
    2
    534
    Kelvin Johan
    Institut Teknologi Bandung
    250.5
    Emas
    3
    583
    Muhammad Roihan Munajih
    Universitas Gadjah Mada
    236
    Emas
    4
    559
    Alfino Rahel
    Institut Teknologi Bandung
    232.5
    Perak
    5
    540
    Eko Setio Wibowo
    Institut Teknologi Bandung
    227
    Perak
    6
    548
    Denny Gunawan
    Universitas Surabaya
    226.5
    Perak
    7
    507
    Thomas Edison Prasetyo
    Universitas Gadjah Mada
    224
    Perak
    8
    529
    Miftau Rahman Taufik
    Universitas Airlangga
    224
    Perak
    9
    523
    Muhammad Fernadi Lukman
    Universitas Gadjah Mada
    223
    Perunggu
    10
    571
    Muhammad Taufik
    Institut Pertanian Bogor
    216
    Perunggu
    11
    578
    Fadli Fakhrullah
    Institut Pertanian Bogor
    216
    Perunggu
    12
    563
    Zulfa Hilmi Kautsar
    Institut Teknologi Bandung
    211
    Perunggu
    13
    547
    Clarissa Welny Saleh
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    209.5
    Perunggu
    14
    530
    Fajar Prihatno
    Universitas Indonesia
    207.5
    Perunggu
    15
    502
    Arif Cahyo Imawan
    Universitas Gadjah Mada
    195.5
    Perunggu
    16
    519
    Hendri
    Universitas Indonesia
    194.5
    HM
    17
    551
    Mokhamat Ariefin
    Universitas Brawijaya
    192
    HM
    18
    594
    Muhammad Faqih Alwi
    Institut Teknologi Bandung
    191.5
    HM
    19
    564
    Muhammad Ghifari Ridwan
    Institut Teknologi Bandung
    190
    HM
    20
    527
    Gilbert
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    188.5
    HM

    D.    BIDANG BIOLOGI

    No
    No.
    Tes
    Nama
    Perguruan Tinggi
    Total
    Nilai
    Medali
    1
    743
    Yoanes Maria Vianney
    Universitas Surabaya
    236.5
    Emas
    2
    723
    I Putu Aditio Artayasa
    Universitas Gadjah Mada
    222
    Emas
    3
    749
    Joan Christie Wijaya
    Universitas Pelita Harapan
    208.5
    Emas
    4
    705
    Ekky Ilham Romadhona
    Institut Pertanian Bogor
    195
    Perak
    5
    739
    Winanda Denis Kurniawan
    Universitas Airlangga
    193
    Perak
    6
    776
    Maria Patricia Inggriani
    Universitas Gadjah Mada
    193
    Perak
    7
    707
    Naylah Muna
    Universitas Indonesia
    187.5
    Perak
    8
    744
    Kharis Lazuardi
    Universitas Airlangga
    187
    Perak
    9
    715
    Moch. Rosyadi Adnan
    Universitas Jember
    185.5
    Perunggu
    10
    768
    Chusna Amalia
    Institut Teknologi Bandung
    180
    Perunggu
    11
    741
    Alexander Sachio
    Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    173
    Perunggu
    12
    721
    Calvin Wijaya Johan
    Universitas Surabaya
    169.5
    Perunggu
    13
    736
    Siswandi Aji Hutomo
    Institut Pertanian Bogor
    166.5
    Perunggu
    14
    780
    Wenang Maharsiwi
    Institut Pertanian Bogor
    166
    Perunggu
    15
    762
    Parangeni Muhammad
    Universitas Gadjah Mada
    162.5
    Perunggu
    16
    792
    Fania Feby Ramadhani
    Institut Teknologi Bandung
    162
    HM
    17
    729
    Ita Rostina
    Universitas Indonesia
    160
    HM
    18
    734
    Muhammad Ircham Wildan Sholihan
    Universitas Sebelas Maret
    160
    HM
    19
    711
    Muhammad Yatsrib Semme
    Universitas Muslim Indonesia
    158
    HM
    20
    797
    Hana Fauzyyah Hanifin
    Universitas Gadjah Mada
    158
    HM

    Khusus untuk bidang Matematika, para pemenang diseleksi untuk memilih mahasiswa yang diberangkatkan ke anjang IMC 23 di Bulgaria dan telah terpilih 9 orang mahasiswa yang diberangkatkan ke ajang IMC 23. Mereka berasal dari UGM (3 orang), ITB (1 orang), UI (2 orang), , UNM (1 orang), UNAIR (1 orang) dan Universitas Sanata Dharma (1 orang). Sebelum keberangkatan ke IMC, kesembilan mahasiswa tersebut menjalani pembinaan singkat pada tanggal 20 – 26 Juni 2016 dan tanggal 21-24 Juli 2016.

    Adapun daftar peserta dan hasilnya adalah sebagai berikut.

    1. Willy Sumarno (Universitas Gajah Mada, Third Prize)
    2. Ari Wibisana (Universitas Indonesia, Third Prize)
    3. Jefferson Caesario (Universitas Airlangga, Third Prize)
    4. Riky Kurniawan (Universitas Gajah Mada, Third Prize)
    5. Galih Pradananta (Institut Teknologi Bandung, Honorable Mention)
    6. Muhammad Khairul Ramadhan (Universitas Indonesia, Honorable Mention)
    7. Erwin Eko Wahyudi (Universitas Gajah Mada, Honorable Mention)
    8. Muhamad Faikar Mustafidz Al Habibi (Universitas Negeri Malang, Honorable Mention)
    9. Boby Gunarso (Univeristas Sanata Dharma, Honorable Mention)
    Dibandingkan dengan IMC sebelumnya, khususnya dengan IMC ke 21 dan 22, hasil ini menurun. Sejak tahun 2009, Indonesia selalu memperoleh setidaknya Second Prize, bahkan di tahun 2014 dan 2015 yang diperoleh adalah First Prize.

    ONMIPA-PT 2017

    Olimpiade Nasional MIPA Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) tahun 2017 diselenggarakan di Hotel Setos Semarang Jakarta pada tanggal 13-15 Mei. Melalui ON MIPA-PT diharapkan dapat mendorong peningkatan kemampuan akademik dan wawasan mahasiswa, serta kecintaan mereka terhadap MIPA. Selain itu, diharapkan pula kegiatan ini memberikan dampak pada peningkatan kualitas dan wawasan staf pengajar, serta memberikan masukan untuk perbaikan mutu pendidikan tinggi khususnya di bidang MIPA.
    Kegiatan ini dapat menjadi ajang atau sarana promosi dalam rangka meningkatkan daya tarik bidang studi, pelajaran atau matakuliah Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi di masyarakat.
    Olimpiade MIPA 2017 dimulai dengan seleksi di tingkat perguruan tinggi untuk memilih 7 mahasiswa terbaik tiap bidang, dilanjutkan seleksi tingkat wilayah. Pada tahun ini, seleksi wilayah diikuti oleh 4.597 mahasiswa dari 14 wilayah yang diselenggarakan serentak di 17 kota pada 22-23 Maret 2017. Peserta ON MIPA tingkat nasional sebanyak 256 mahasiswa yang telah terpilih dari seleksi tingkat wilayah tersebut.

    Sepuluh besar juara ON MIPA 2017 dapat dilihat pada Tabel berikut.

    Juara ON MIPA tahun 2017 untuk bidang Matematika
    1. Poetri Sonya Tarabunga (ITB), 
    2. Stephen Sanjaya (Univ. Pelita Harapan), dan 
    3. Ricky The Ising (UGM). 
    Bidang Fisika
    1. Edwin Aldrian Santoso (ITB), 
    2. Emir Syahreza Fadhilla (ITB), dan 
    3. Dhanika (ITB).
    Bidang Kimia
    1. Wahyu Orphan Kuswantoro (ITB), 
    2. Ignatio Glory Adi Winning Kusuma (ITB), dan 
    3. Muhammad Wildan Hakim (ITB). 
    Bidang Biologi
    1. Hana Fauzyyah Hanifin (UGM), 
    2. Alexander Sachio (ITS), dan 
    3. Realita Mustika Dewi (ITB). 

    Entri yang Diunggulkan

    Perubahan Mendasar Kebijakan Bidang Kemahasiswaan

    Semua kalangan pendidikan tinggi pasti tahu apa itu kampus merdeka dan merdeka belajar; salah satu episode kebijakan Mas Menteri Dikbud. Te...