Rabu, 11 Maret 2020

Debat Bahasa Inggris: National University Debating Championship (NUDC)


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tingkat persaingan sumber daya manusia (SDM) di pasar kerja nasional dan internasional terus meningkat seiring dengan pemberlakukan pasar bebas khususnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan atau peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru pada berbagai bidang usaha, serta kebutuhan tingkat profesionalisme (knowledge, hard skill, soft skill) yang semakin tinggi.

Sesuai dengan tujuan pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan menetapkan pola pembinaan mahasiswa untuk memberi wadah berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, terampil, kompeten dan berbudaya. Salah satu usaha pembinaan tersebut adalah melalui kompetisi debat, yang telah dirumuskan dalam National University Debating Championship (NUDC).

Kegiatan debat telah lama menjadi kebutuhan dunia akademik mahasiswa. Tuntutan kompetensi penguasaan pengetahuan dan wawasan global menjadi salah satu alasan mengapa debat perlu menjadi bagian akademik mahasiswa. Di saat negara-negara berkembang mewajibkan muatan debat ke dalam kurikulum pendidikan mereka, Indonesia perlu terus menjadikan debat sebagai bagian kajian akademik, dalam bentuk apapun.

Kegiatan debat menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam bahasa Inggris, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat judgement, dan meyakinkan publik. Di dalam debat, mahasiswa akan dihadapkan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi suatu masyarakat atau bangsa. Mahasiswa harus mampu berposisi dan meyakinkan publik bahwa posisi mereka benar dan tepat. Oleh karena itu, debat merupakan media yang tepat dalam melatih kemampuan negosiasi dan argumentasi mahasiswa dalam skala internasional. Sudah tepat jika institusi pendidikan di Indonesia melaksanakan lomba debat antar mahasiswa dalam rangka internalisasi semangat kompetisi positif yang bermuatan tuntutan kemampuan komunikasi dan argumentasi.

B. Tujuan
  1. Meningkatkan daya saing mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi melalui media debat ilmiah.
  2. Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lisan, dan menciptakan kompetisi yang sehat antar mahasiswa.
  3. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis dan analitis, sehingga mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
  4. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat secara logis dan sistematis.
  5. Memperkuat karakter mahasiswa melalui pemahaman akan permasalahan nasional dan internasional beserta alternatif pemecahannya melalui kompetisi debat.

C. Sasaran

Sasaran NUDC adalah semua mahasiswa aktif Program Sarjana atau Diploma di Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti).

D. Pengertian
  1. Debater adalah 2 (dua) orang peserta yang mengikuti perlombaan.
  2. Convener adalah orang yang mengatur keseluruhan acara dalam NUDC jalannya perlombaan.
  3. Tournament Director adalah orang yang mengaturnya jalannya perlombaan.
  4. Chief Adjudicator adalah ketua juri yang mengatur mekanisme penjurian.
  5. Deputy Chief Adjudicator adalah wakil ketua juri yang ikut membantu tugas ketua juri dalam penjurian.
  6. Equity Board adalah badan yang bertanggungjawab atas keadilan (fairness) dalam perlombaan.
  7. N1 Adjudicator adalah calon juri yang dikirim oleh tim, untuk diikutkan dalam akreditasi.
  8. Invited Adjudicator adalah juri yang diundang oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
  9. Tabulator adalah orang yang bertanggungjawab terhadap tabulasi penilaian dalam perlombaan.

SISTEM DAN MEKANISME LOMBA

A. Sistem Lomba

Sistem yang digunakan dalam NUDC adalah sistem British Parliamentary (BP). Sistem ini adalah sistem yang digunakan dalam World University Debating Championship (WUDC) atau lomba debat antar perguruan tinggi tingkat dunia.

1) Untuk NUDC tingkat Wilayah, sistem perlombaan adalah sebagai berikut:
  • Preliminary Rounds (Babak Penyisihan). Terdapat 3 sampai 5 babak penyisihan untuk menentukan 16 tim terbaik yang berhak maju ke babak quarter final.
  • Quarterfinal Rounds (Babak Perempat Final). Babak ini merupakan sistem gugur, artinya tim hanya melakukan sekali perdebatan. Terdapat 16 tim yang berdebat di dalam empat ruang debat dan 2 tim terbaik di masing-masing ruang akan maju ke babak semifinal.
  • Semifinal Rounds (Babak Semi Final). Mempertemukan 8 tim terbaik yang terbagi dalam dua ruang debat dan 2 tim terbaik dari masing-masing ruang akan maju ke babak grand final.
  • Grand Final Round (Babak Final). Babak puncak yang mempertemukan 4 tim terbaik untuk menentukan juara 1, 2, 3, dan 4. Delapan tim yang berhasil masuk ke babak semifinal akan mewakili wilayah untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
2) Ada dua kategori lomba di dalam NUDC tingkat nasional yaitu Main Draw dan Novice.

Main Draw memiliki beberapa babak sebagai berikut:
  • Preliminary Rounds (Babak Penyisihan).Terdapat tujuh babak penyisihan di NUDC tingkat nasional, artinya semua tim akan melalui tujuh kali debat dan 32 tim terbaik dari penyisihan akan maju ke babak octofinal.
  • Octofinal Rounds (Babak Perdelapan Final). Babak ini merupakan sistem gugur, artinya tim hanya melakukan sekali perdebatan dan 16 tim terbaik dari babak ini akan maju ke babak quarterfinal.
  • Quarterfinal Rounds (Babak Perempat Final). Babak ini merupakan sistem gugur, artinya tim hanya melakukan sekali perdebatan dan 8 tim terbaik dari babak ini akan maju ke babak semifinal.
  • Semifinal Rounds (Babak Semi Final). Babak ini merupakan sistem gugur, artinya tim hanya melakukan sekali debat dan 4 tim terbaik dari babak ini akan maju ke babak grand final.
  • Grand Final Round (Babak Final). Babak puncak yang mempertemukan 4 tim terbaik untuk menentukan Juara 1, 2, 3, dan 4.
Sedangkan Novice adalah sebagai berikut:
  • Kategori Novice diikuti oleh tim hasil seleksi wilayah yang ditentukan melalui mekanisme wawancara pada waktu seleksi tingkat nasional.
  • Tim yang masuk kategori Novice adalah 16 tim teratas yang terdaftar sebagai tim Novice dan tidak masuk dalam 32 besar Main Draw.
  • Enam belas tim akan mengikuti Quarterfinal Rounds dengan sistem gugur.
  • Delapan tim terbaik akan mengikuti Semifinal Rounds dengan sistem gugur.
  • Empat tim terbaik akan mengikuti Grand Final Round untuk menentukan juara 1, 2, 3, dan 4.
B. Tahapan Seleksi

Tahapan seleksi NUDC adalah sebagai berikut:
  1. Tingkat Perguruan Tinggi; untuk menentukan 1 (satu) tim terbaik. Satu tim terdiri atas 2 mahasiswa sebagai debater dan 1 (satu) mahasiswa/ dosen di perguruan tinggi tersebut sebagai N1 adjudicator yang selanjutnya berhak untuk mengikuti seleksi tingkat wilayah.
  2. Tingkat Wilayah; diikuti oleh 1 (satu) tim terbaik dari masing-masing perguruan tinggi di 14 wilayah dan akan menentukan 8 (delapan) tim terbaik.
  3. Tingkat Nasional; diikuti oleh 8 Tim terbaik di masing-masing Wilayah I sampai dengan Wilayah XIV yang berjumlah 112 Tim. Seluruh tim berjumlah 336 orang yang terdiri atas 224 mahasiswa debaters dan 112 orang N1 adjudicators.
  4. Tingkat Internasional; 1 (satu) tim terbaik setelah 7 Babak Penyisihan dan 3 (tiga) Tim terbaik pada Grand Final Main Draw akan diprioritaskan untuk mewakili Indonesia mengikuti debat tingkat dunia World University Debating Championship (WUDC).
C. Pembinaan Pra-NUDC Tingkat Nasional

Perguruan Tinggi Negeri dan Kopertis Wilayah I s.d. XIV wajib melaksanakan pembinaan terhadap delegasi Kopertis tersebut sebelum NUDC tingkat nasional.

Pembinaan dapat berupa:
  1. Pelatihan Public Speaking.
  2. Penguatan kemampuan berbahasa Inggris secara lisan.
  3. Penguatan pengetahuan isu-isu terkini skala lokal, nasional dan internasional.
  4. Penguatan keterampilan teknik debat.

PESERTA

A. Persyaratan
  • Peserta NUDC adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Satu tim terdiri atas 2 debaters dan 1 (satu) N1 adjudicator.
  • Debater adalah mahasiswa aktif Program Sarjana (maksimal semester 8) atau Diploma (maksimal semester 6 untuk D-3 dan semester 8 untuk D4), yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) pada laman http://forlap.dikti.go.id .
  • N1 Adjudicator adalah mahasiswa aktif/ dosen dari perguruan tinggi asal Debater yang dibuktikan dengan Surat Tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi.
  • Debater wajib mengikuti Seminar on Debating.
  • N1 adjudicator wajib mengikuti Seminar on Adjudicating dan Adjudicator Accreditation untuk menentukan status accredited atau trainee.
  • Anggota tim tidak boleh diganti dengan alasan apapun.
B. Pendaftaran

Perguruan tinggi mendaftarkan 1 (satu) Tim terbaik ke masing-masing Kopertis Wilayah (I s.d. XIV) untuk mengikuti seleksi tingkat wilayah.
Pelaksana seleksi wilayah (Kopertis Wilayah I-XIV) mendaftarkan 8 Tim terbaik ke panitia NUDC di Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

PENJURIAN

A. Juri
  • Juri atau Adjudicator di NUDC terdiri atas Chief of Adjudicator (CA), Deputy Chief of Adjudicator (DCA), Invited Adjudicator, Accredited Adjudicator, dan Trainee Adjudicator.
  • Chief of Adjudicator (CA)/ ketua juri dipilih oleh Ditjen Pendidikan Tinggi.
  • Deputy Chief of Adjudicator (DCA)/ wakil ketua juri dipilih oleh Ditjen Pendidikan Tinggi.
  • Invited Adjudicators/juri undangan dipilih oleh Ditjen Pendidikan Tinggi atas dasar kompetensi dalam debat atau pengalaman menjadi adjudicators.
  • Accredited Adjudicators adalah juri hasil akreditasi terhadap N1 adjudicators. Terdapat tiga jenis akreditasi, yaitu A, B, dan C.
  • Trainee Adjudicators adalah N1 adjudicators yang tidak lulus akreditasi namun masih diberi kesempatan untuk ikut belajar menjadi juri.

B. Mekanisme Penilaian
  1. Penilaian ditentukan berdasarkan aturan dalam sistem BP (British Parliamentary);
  2. Penilaian terdiri atas penilaian tim dan individu, sebagai beikut:
  • Penilaian tim harus berdasarkan pada ketentuan berikut:

Grade
Marks
Meaning
A
180-200
Excellent to flawless. The standard you would expect to see from a team at the Semi Final / Grand Final level of the tournament. The team has much strength and few, if any, weaknesses.
B
160-179
Above average to very good. The standard you would expect to see from a team at the finals level or in contention to make to the finals. The team has clear strengths and some minor weaknesses.
C
140-159
Average. The team has strengths and weaknesses in roughly equal proportions.
D
120-139
Poor to below average. The team has clear problems and some minor strengths.
E
100-119
Very poor. The team has fundamental weaknesses and few, if any, strengths.
  • Penilaian individu harus berdasar pada ketentuan berikut:
Grade
Marks
Meaning
A
90-100
Excellent to flawless. The standard of speech you would expect to see from a speaker at the Semi Final / Grand Final level of the tournament. This speaker has much strength and few, if any, weaknesses.
B
80-89
Above average to very good. The standard you would expect to see from a speaker at the finals level or in contention to make to the finals. This speaker has clear strengths and some minor weaknesses.
C
70-79
Average. The speaker has strengths and weaknesses and roughly equal proportions.
D
60-69
Poor to below average. The team has clear problems and some minor strength.
E
50-59
Very poor. This speaker has fundamental weaknesses and few, if any, strengths.


ACARA DAN JADWAL KEGIATAN

A. Acara NUDC Tingkat Nasional, adalah:
  1. Upacara Pembukaan 
  2. Seminar on Debating berisi penjelasan teknis tentang penjelasan sistem dan strategi perlombaan kepada tim peserta. 
  3. Seminar on Adjudicating berisi penjelasan teknis tentang penjurian dan tata cara penilaian yang diakhiri dengan Adjudicator Accreditation bagi N1 adjudicator. Seminar ini diadakan bersamaan waktunya dengan Seminar on Debating. 
  4. Preliminary Rounds. 
  5. Octofinals/ Novice Quarterfinals 
  6. Quarterfinals/ Novice Semifinals 
  7. Semifinals 
  8. Novice Grand Final 
  9. Grand Final


B.     Jadwal Kegiatan


NO
KEGIATAN
WAKTU
1.       
Sosialisasi NUDC
Januari s.d. Maret
2.       
Seleksi tingkat masing-masing perguruan tinggi
Maret-April
3.       
Seleksi tingkat wilayah
April s.d. Juni
4.       
Pembinaan Pra NUDC Tingkat Nasional oleh PTN dan Kopertis
Juli
5.       
Pelaksanaan NUDC Tingkat Nasional
Agustus
6.       
Pendaftaran delegasi  ke WUDC
Agustus
7.       
Pembinaan awal delegasi Indonesia oleh PT masing-masing
September
8.       
Pembinaan akhir delegasi Indonesia oleh tim Dikti
Oktober-Desember
9.       
Pengiriman delegasi ke WUDC
Desember
10.   
Laporan dan Evaluasi
Desember

PENGHARGAAN

 Penghargaan NUDC tingkat nasional adalah sebagai berikut:

  1. Sertifikat diberikan kepada peserta (Debaters dan Adjudicators).
  2. Medali diberikan kepada 10 Best Speakers Main Draw dan 10 Best Speakers Novice.
  3. Piala diberikan kepada Juara 1, 2, 3, dan 4 Main Draw serta Juara 1, 2, 3, dan 4 Novice.
  4. Bantuan Dana Pembinaan diberikan kepada Juara 1, 2, 3, dan 4 Main Draw serta Juara 1, 2, 3, dan 4 Novice.
  5. Pengiriman tim ke tingkat dunia untuk Juara 1, 2, 3 Main Draw  dan satu tim terbaik setelah 7 Babak Penyisihan.
Penghargaan di tingkat perguruan tinggi dan wilayah diberikan oleh masing-masing perguruan tinggi dan penyelenggara tingkat wilayah.



Unduh Juknis 



 PENYELENGGARAAN

 NUDC Tahun 2015

Dirjen Belmawa, Rektor Untan saat Pembukaan NUDC 2015
NUDC tahun 2015 dilaksanakan di Universitas Tanjungpura pada tanggal 19-24 Agustus, diikuti oleh 336 mahasiswa, yang terdiri atas 208 Debater dan 112 Adjudikator dari 14 Wilayah.
Acara dibuka oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Intan Ahmad dan ditutup oleh Direktur Belmawa.

Rincian peserta NUDC 2015 adalah sebagai berikut.

Wilayah
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
Debater
Adju
Debater
Adju
Kopertis 1
4
3
12
5
24
Kopertis 2
8
5
8
3
24
Kopertis 3
7
6
9
2
24
Kopertis 4
10
3
6
5
24
Kopertis 5
7
4
9
4
24
Kopertis 6
7
3
9
5
24
Kopertis 7
9
2
7
6
24
Kopertis 8
5
3
11
5
24
Kopertis 9
9
5
7
3
24
Kopertis 10
6
4
10
4
24
Kopertis 11
7
1
9
7
24
Kopertis 12
8
4
8
4
24
Kopertis 13
6
3
10
5
24
Kopertis 14
12
2
4
6
24
Jumlah
96
48
112
64
336

Adapun yang menjadi Juara adalah sebagai berikut.

A. Kategori Main Draw
No.
Sebagai
Nama
Perguruan Tinggi
1.        
Champion
Alif Satria
Universitas Gadjah Mada
2.        
Champion
Romario Hasintongan
Universitas Gadjah Mada
3.        
1st Runner Up
Anggi Ariskhan
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
4.        
1st Runner Up
Kario Teguh Chandra
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
5.        
2nd Runner Up
Terry Muthahhari
Universitas Indonesia
6.        
2nd Runner Up
Magreta Kailla Adenta
Universitas Indonesia
7.        
3rd Runner Up
Nadya Ayuning Wuryanto
Universitas Brawijaya
8.        
3rd Runner Up
Haris Apriyanto
Universitas Brawijaya

B. Kategori Novice
No.
Sebagai
Nama
Perguruan Tinggi
1.        
Champion
Modi Tiko Pradana
Universitas Kristen Duta Wacana
2.        
Champion
Stefanus Paulus
Universitas Kristen Duta Wacana
3.        
1st Runner Up
Regina Nopia Helnaz
Universitas Negeri Jakarta
4.        
1st Runner Up
Christanto
Universitas Negeri Jakarta
5.        
2nd Runner Up
Hengki Agus Rifai
Universitas Negeri Padang
6.        
2nd Runner Up
Annisa Adelina Fajri
Universitas Negeri Padang
7.        
3rd Runner Up
Anita Zulrakhmida Fajriani
Univesitas Lambung Mangkurat
8.        
3rd Runner Up
Nabila Hadiah Akbar
Univesitas Lambung Mangkurat

C. Main Draw Best Speaker
No.
Sebagai
Nama
Perguruan Tinggi
1.        
1st Best Speaker
Romario Hasintongan
Universitas Gadjah Mada
2.        
1st Best Speaker
Alif Satria
Universitas Gadjah Mada
3.        
3rd Best Speaker
Magreta Kailla Adenta
Universitas Indonesia
4.        
4th Best Speaker
Terry Muthahhari
Universitas Indonesia
5.        
5th Best Speaker
Haris Apriyanto
Universitas Brawijaya
6.        
6th Best Speaker
Aulia Widyaputra
Institut Teknologi Bandung
7.        
7th Best Speaker
M. Anwari Sugiharto
Institut Pertanian Bogor
8.        
7th Best Speaker
Tyas Wahyukirana
Universitas Sanata Dharma
9.        
7th Best Speaker
Ratu Istihajar K
Universitas Padjadjaran
10.     
10th Best Speaker
Nadya Ayuning Wuryanto
Universitas Brawijaya
11.     
10th Best Speaker
Kario Teguh Chandra
Universitas katolik Indonesia Atma Jaya
  
D. Novice Best Speaker
No.
Sebagai
Nama
Perguruan Tinggi
1.        
1st Best Speaker
Mulyawati Moeliono
Institut Seni Indonesia Denpasar
2.        
2nd Best Speaker
Evi Hidiyahwati
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo
3.        
2nd Best Speaker
Christanto
Universitas Negeri Jakarta
4.        
4th Best Speaker
Cathy Djaya
STIE Informasi Teknologi dan Bisnis
5.        
4th Best Speaker
Felix Yurisman
Universitas Surya
6.        
6th Best Speaker
Nandya Sarah Utami
Universitas Sriwijaya
7.        
6th Best Speaker
A. A. Sagung M. Prabandari
Universitas Udayana
8.        
6th Best Speaker
Dian Septiari
Universitas Andalas
9.        
6th Best Speaker
Hengki Agus Rifai
Universitas Negeri Padang
10.     
10th Best Speaker
Carla Marsha
Universitas Sumatera Utara


Pengiriman delegasi ke World University Debating Championship (WUDC)

Para Juara NUDC sesuai dengan kebijakan Belmawa, dikirimkan ke ajang debat dunia WUDC pada tanggal 27 Desember 2015 s.d. 3 Januari 2016 yang tahun ini dilaksanakan di Thessaloniki Yunani.
World University Debating Championship (WUDC) merupakan lomba debat tingkat dunia yang dilaksanakan sekali setahun sejak tahun 1981. Lomba menggunakan format British Parliamentary dan diikuti oleh sekitar 400 tim dari universitas-universitas di seluruh dunia.

Delegasi Indonesia yang berangkat adalah:
  1. Champion: Alif Satria dan Romario Hasintongan, Universitas Gadjah Mada
  2. 1st Runner Up: Anggi Ariskhan dan Kario Teguh Chandra, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  3. 2nd Runner Up: Terry Muthahhari dan Magreta Kailla Adenta, Universitas Indonesia
  4. 3rd Runner Up: Nadya Ayuning Wuryanto dan Haris Apriyanto, Universitas Brawijaya

Delegasi Indonesia pada WUDC Thessaloniki 2016
Adapun hasilnya adalah:
  • Tim Universitas Brawijaya sebagai RunnerUp English as a Foreign Language (ESL). 
  • Tim Universitas Indonesia sebagai RunnerUp English as a Second Language (ESL). 
  • Tim Universitas Gadjah Mada masuk semi final 

NUDC Tahun 2016

NUDC Tahun 2016 dilaksanakan pada tanggal 4 s.d. 7 Agustus, bertempat di Universitas Mercu Buana. Adapun yang berhasil meraih juara adalah sebagai berikut:

A. Kategori Main Draw
No.
Sebagai
Nama
Perguruan Tinggi
1.       
Champion
Revaldi Nathanael Wirabuana
Universitas Indonesia
2.       
Champion
Gabriel Charlotte Wajong
Universitas Indonesia
3.       
1st Runner Up
Aryanda Putra Tony
Universitas Gadjah Mada
4.       
1st Runner Up
Aldila Irsyad
Universitas Gadjah Mada
5.       
2nd Runner Up
Stella Ermada Bestio
Universitas Bina Nusantara
6.       
2nd Runner Up
Willem Chua
Universitas Bina Nusantara
7.       
3rd Runner Up
Leiditya Naristi
Universitas Brawijaya
8.       
3rd Runner Up
Muhammad Afdhal Anugrah Abdillah
Universitas Brawijaya

B. Kategori Novice
No.
Sebagai
Nama
Perguruan Tinggi
1.       
Champion
Muhammad Fikri Hasan
Universitas Lampung
2.       
Champion
I Ketut Dharma Putra Yoga
Universitas Lampung
3.       
1st Runner Up
Muhammad Nazali Yusuf
Universitas Sriwijaya
4.       
1st Runner Up
Fathan Mustaghfirin
Universitas Sriwijaya
5.       
2nd Runner Up
Dini Hariyatti
Universitas Mulawarman
6.       
2nd Runner Up
Richa Rachmawati Afag
Universitas Mulawarman
7.       
3rd Runner Up
Zefanya Alanza C L
Politeknik Negeri Bandung
8.       
3rd Runner Up
Sarah Siti Jubaedah
Politeknik Negeri Bandung

C. Main Draw Best Speaker
No.
Sebagai
Nama
Perguruan Tinggi
1.       
1st Best Speaker
Revian Wirabuana
Universitas Katolik Parahyangan
2.       
2nd Best Speaker
Stella Ermada Bestio
Universitas Bina Nusantara
3.       
3rd Best Speaker
Aldila Irsyad
Universitas Gadjah Mada
4.       
4th Best Speaker
Revaldi Nathanael Wirabuana
Universitas Indonesia
5.       
5th Best Speaker
Aryanda Putra Tony
Universitas Gadjah Mada
6.       
6th Best Speaker
Gabriel Charlotte Wajong
Universitas Indonesia
7.       
7th Best Speaker
Willem Chua
Universitas Bina Nusantara
8.       
8th Best Speaker
Charlie Sanjaya
Institut Pertanian Bogor
9.       
9th Best Speaker
Jeanne Sanjaya
Universitas Katolik Parahyangan
10.   
10th Best Speaker
Yosephine Gita Asaria H
Institut Teknologi Bandung

D. Novice Best Speaker
No.
Sebagai
Nama
Perguruan Tinggi
1.       
1st Best Speaker
Khatibul Umam
Universitas Hasanuddin
2.       
2nd Best Speaker
Sulistia Ningsih
STBA Yapari Bandung
3.       
3rd Best Speaker
Ariefinara Hernawan
STBA Yapari Bandung
4.       
4th Best Speaker
Tjoa Nathasia
Universitas Sam Ratulangi
5.       
5th Best Speaker
Daniel Ronaldo Hutabarat
Universitas Sumatera Utara
6.       
6th Best Speaker
Frederica Vania Agustina
Universitas Diponegoro
7.       
7th Best Speaker
Khairunnisa A. Yahya
Universitas Muslim Indonesia
8.       
8th Best Speaker
Jessica Gloria Mogi
Universitas Sam Ratulangi
9.       
9th Best Speaker
Agung Pratama
Universitas Sumatera Utara
10.   
10th Best Speaker
Hanto Intan
STMIK Mikroskil Medan
11.   
10th Best Speaker
Fathan Mustaghfirin
Universitas Sriwijaya
12.   
10th Best Speaker
Ayudhia Ratna Wijaya
Universitas Negeri Semarang

Opening NUDC oleh Kasubdit P&K Belmawa

NUDC Tahun 2017

A. Kategori Main Draw

1. Champion, Alif Azadi Taufik, Universitas Indonesia
2. Champion,  Regina Cara, Riantoputra Universitas Indonesia
3. 1st Runner Up,  Feri Kurniawan, Universitas Negeri Malang
4. 1st Runner Up,  Lisa Ramadhani Harianti, Universitas Negeri Malang
5. 2nd Runner Up,  Muhammad Itqon Askary, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
6. 2nd Runner Up, M. Abdan Syakura, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
7. 3rd Runner Up, Noel Hasintongan, Universitas Gadjah Mada
8. 3rd Runner Up,  Dhanny Lazuardi, Universitas Gadjah Mada

B. Kategori Novice

1. Champion, Malik Nurahman Politeknik Negeri Sriwijaya
2. Champion, Leila Utarina Politeknik Negeri Sriwijaya
3. 1st Runner Up, Dimas Prakoso Universitas Sam Ratulangi
4. 1st Runner Up, Andika Saputra Popang Universitas Sam Ratulangi
5. 2nd Runner Up, Silfi Dia Antika Universitas Lampung
6. 2nd Runner Up, Elia Agusta Universitas Lampung
7. 3rd Runner Up, Emi Fitri Audina Universitas Tanjungpura
8. 3rd Runner Up, Rizka Suhani Universitas Tanjungpura

C. Main Draw Best Speaker

1. 1st Best Speaker, Alif Azadi Taufik Universitas Indonesia
2. 2nd Best Speaker, Regina Cara Riantoputra Universitas Indonesia
3. 3rd Best Speaker, Dhanny Lazuardi Universitas Gadjah Mada
4. 4th Best Speaker, Kezia Sekarsari Institut Teknologi Bandung
5. 4th Best Speaker, Ahmad Kushay Institut Teknologi Bandung
6. 6th Best Speaker, Noel Hasintongan Universitas Gadjah Mada
7. 7th Best Speaker, Feri Kurniawan Universitas Negeri Malang
8. 8th Best Speaker, Muhammad Itqon Askary Institut Teknologi Sepuluh Nopember
9. 8th Best Speaker, Ahmad Dzulfiqar Adi Universitas Airlangga
10. 10th Best Speaker, Shannon Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

D. Novice Best Speaker

1. 1st Best Speaker, Dedy Gunawan Lien Universitas Sumatera Utara
2. 2nd Best Speaker, Putri Agustinos Universitas Bengkulu
3. 3rd Best Speaker, Sarah Siti Jubaedah Politeknik Negeri Bandung
4. 3rd Best Speaker, Frilly Andrelia Utami Universitas Tadulako
5. 5th Best Speaker, M. Rizky Hady Eka P. Universitas Hasanuddin
6. 5th Best Speaker, Virhans Dipa Alanson Universitas Mulawarman
7. 5th Best Speaker, Syarifah Aliyah Fitrisam Universitas Tadulako
8. 8th Best Speaker, Khamidah Sulistiya Rini, Nurman Universitas Bengkulu
9. 9th Best Speaker, Daniel Anugerah Universitas Pelita Harapan
10. 10th Best Speaker, Malik Nurahman Politeknik Negeri Sriwijaya

E. Kategori Essay Writing Competition

1. 1st Winner, Eka Larasati Oktaviani Universitas Negeri Malang
2. 2nd Runner Up, Ghina Nurqori Aina Universitas Bakrie
3. 3rd Runner Up, Arida Meilani Universitas Mataram

F. Kategori Public Speaking Competition

1. 1st Winner, Muhamad Urfan Taufik Universitas Negeri Yogyakarta
2. 2nd Runner Up, Gunawan Tjokro, Politeknik Informasi, Teknologi & Bisnis
3. 3rd Runner Up, Arif Dharmawan Suwardi Universitas Terbuka

NUDC Tahun 2018

Kategori Main Draw 
  • Champion andu Noer Umaro, Universitas Bina Nusantara 
  • Champion Vici Indrati Milenia, Universitas Bina Nusantara 
  • 1st Runner Up Vicentius Michael, Institut Teknologi Bandung 
  • 1st Runner Up Ahmad Kushay, Institut Teknologi Bandung 
  • 2nd Runner UpNur Fathimah Azzahra Syafril, Universitas Sriwijaya 
  • 2nd Runner UpBioantika, Universitas Sriwijaya 
  • 3rd Runner UpJessica Andriani Lion, Universitas Indonesia 
  • 3rd Runner UpAdfikri Kevin Marvel, Universitas Indonesia 
Kategori Novice  
  • Champion Fajar Fadli, Universitas Negeri Medan 
  • Champion Asrita Sari, Universitas Negeri Medan 
  • 1st Runner Up M. Al Anas, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 
  • 1st Runner Up Abdurrahman Zuhdi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 
  • 2nd Runner Up Sultan Wijaya, Universitas Muslim Nusantara Al- Washliyah Medan 
  • 2nd Runner Up Atikha, Universitas Muslim Nusantara Al- Washliyah Medan 
  • 3rd Runner Up Garin Frige Janitra, Universitas Sebelas Maret 
  • 3rd Runner Up Yudhistira Andarusukma, Universitas Sebelas Maret 
Kategori Main Draw Best Speaker 
  • 1st Best Speaker  Vincentius Michael, Institut Teknologi Bandung 
  • 2nd Best Speaker Adfikri Kevin Marvel, Universitas Indonesia 
  • 3rd Best Speaker Jessica Andriani Lion , Universitas Indonesia 
  • 4th Best Speaker Ahmad Kushay, Institut Teknologi Bandung 
  • 5th Best Speaker Syagung Gunawan , Universitas Gadjah Mada 
  • 6th Best Speaker Pandu Noer Umaro, Universitas Bina Nusantara 
  • 7th Best Speaker Sandy Sanjaya Awaluddin, Universitas Gadjah Mada 
  • 8th Best Speaker Vici Indrati Milenia, Universitas Bina Nusantara 
  • 9th Best Speaker Nicholas Christianto W, Universitas Kristen Petra 
  • 10th Best Speaker Felicia Evelyn Salim , Universitas Parahyangan
 Kategori Novice Best Speaker 
  • 1st Best Speaker  Maerel Dhalia Arumnisa, Universitas Diponegoro 
  • 2nd Best Speaker M. Al Anas, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 
  • 3rd Best Speaker Yudhistira Andarusukma, Universitas Sebelas Maret 
  • 4th Best Speaker Siti Aisyah Novitri, Universitas Pendidikan Indonesia 
  • 5th Best Speaker Alifah Ummu Zakiyyah, Universitas Hasanuddin 
  • 6th Best Speaker Randy Rentanaka, Institut Bisnis Informasi Teknologi dan Bisnis 
  • 7th Best Speaker Zarin Attaul Qudus,  Universitas Negeri Semarang 
  • 8th Best Speaker Eka Nurcahyaningsih, Universitas Negeri Malang 
  • 9th Best Speaker Nurmia Novianti, Universitas Sumatera Utara 
  • 10th Best Speaker Muhammad Ichsan Basir,  Universitas Lambung Mangkurat 
Kategori Essay Writing Competition 
  • Winner David Moza, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 
  • 1st Runner Up Putri Amelia,  Universitas Sumatera Utara 
  • 2nd Runner Up Nurmuliasneny Musa, Universitas Hasanuddin 
Kategori Public Speaking Competition 
  • Winner Kim Egberd Litelnoni, Universitas Pelita Harapan 
  • 1st Runner Up Mariah Agnes Matakena,  Universitas Patimura Ambon 
  • 2nd Runner Up Salsabila Mahdi,  Universitas Syiah Kuala 

KDMI  Lomba Debat Bahasa Indonesia 

KDMI diadakan mulai tahun 2018 yang diikuti oleh perwakilan Kopertis/LLDikti dan PTN. Lomba menggunakan sistem Asian Parliamentary. Juara KDMI pertama adalah sebagai berikut:
  1. Juara I Yunindita, Universitas Indonesia 
  2. Juara I Faris Abdurrachman, Universitas Indonesia 
  3. Juara I Farah Ashila Balqis, Universitas Indonesia 
  4. Juara II Roiyan Ali Kurniawan, Universitas Gadjah Mada 
  5. Juara II Sisilia Juliana Hanamaria, Universitas Gadjah Mada 
  6. Juara II Varrel Vendira Rizlah Putra, Universitas Gadjah Mada 
  7. Juara III Jasmine Nadhiyfa Syanni, Universitas Negeri Surabaya 
  8. Juara III Jihan Nabila, Universitas Negeri Surabaya 
  9. Juara III Kevin S.P Tuhumena, Universitas Negeri Surabaya 
  10. Juara III Rizaldy Alif Syahrial, Universitas Tadulako 
  11. Juara III Andriawan Marcelino, Universitas Tadulako 
  12. Juara III Dion Yosafat Prabowo Tokalende, Universitas Tadulako 

Pendebat Terbaik Bahasa Indonesia 
  1. Pendebat Terbaik 1 Yunindita Prasidya, Universitas Indonesia 
  2. Pendebat Terbaik 2 Faris Abdurrachman, Universitas Indonesia 
  3. Pendebat Terbaik 3 Sisilia Juliana Hanamaria, Universitas Gadjah Mada 
  4. Pendebat Terbaik 4 Fadillah Ridho Pangestu, Universitas Mulawarman 
  5. Pendebat Terbaik 5 Farah Ashila Balqis, Universitas Indonesia 
  6. Pendebat Terbaik 6 Roiyan Ali Kurniawan, Universitas Gadjah Mada 
  7. Pendebat Terbaik 7 Sofia Ari Murti, Universitas Negeri Malang 
  8. Pendebat Terbaik 8 Andriawan, Universitas Tadulako 
  9. Pendebat Terbaik 9 Varrel Vendira Riziah Putra, Universitas Gadjah Mada

NUDC-KDMI TAHUN 2019

 NUDC dan KDMI tahun ini diselenggarakan pada tanggal 14-19 Juli 2019 yang bertempat di UC Universitas Airlangga Surabaya.

 

Champions NUDC 2019 di Unair Surabaya

NUDC (National University Debating Championship).

 A. Kategori Main Draw
  1.   Champion, Maerel Dhalia Arumnisa, Universitas Diponegoro
  2.   Champion, Yusuf Alfat Fauzani, Universitas Diponegoro
  3.   1st Runner Up, Joshua Chang, Universitas Kristen Petra Surabaya
  4.   1st Runner Up, Danny Purnama, Universitas Kristen Petra Surabaya
  5.   2nd Runner Up, Rahma Hanum Amalia Sugianto, Universitas Gadjah Mada
  6.   2nd Runner Up, Firsttolia Larasati Yan Sugianto, Universitas Gadjah Mada
  7.   3rd Runner Up, Adam Rifky, Universitas Indonesia
  8.   3rd Runner Up, Derril Pramana Tungka, Universitas Indonesia
B. Kategori Novice
  1.   Champion, Ernest Nathan Handrijono, Univ. Dian Nuswantoro
  2.   Champion, Syella Telyvia Tania, Universitas Dian Nuswantoro
  3.   1st Runner Up, Fahira Zheryn Azzahra, Univ. Negeri Riau
  4.   1st Runner Up, Maria Lucia Dwigama Purba, Universitas Riau
  5.   2nd Runner Up, Putu Ditha Tilottami Upaningtyas, Univ. Udayana
  6.   2nd Runner Up, Rizaldy Wahyudinata Danupoyo, Universitas Udayana
  7.   3rd Runner Up, Ivan Paskal, Poltek Wilmar Bisnis
  8.   3rd Runner Up, T Angga Djovangka Putra, Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia

C. Open Draw Best Speaker
  1.   Peraih Medali Emas, Rahma Hanum Amalia Sugianto, Univ. Gadjah Mada
  2.   Peraih Medali Emas, Derril Pramana Tungka, Universitas Indonesia
  3.   Peraih Medali Emas, Firsttolia Larasati Yan Sugianto, Univ. Gadjah Mada
  4.   Peraih Medali Emas, Adam Rifky, Universitas Indonesia
  5.   Peraih Medali Emas, Bobby Ongkojoyo, Univ. Surabaya
  6.   Peraih Medali Perak, Giovanni Nickson Zefanya, Univ. Padjajaran
  7.   Peraih Medali Perak, Daud Hernoud Christhen Loudoe, Univ. Surabaya
  8.   Peraih Medali Perak, Madeleine Claudya, Unika Atma Jaya
  9.   Peraih Medali Perak, Livina Septiana, Unika Atma
  10.   Peraih Medali Perak, Salsafia Putri, ITB
  11.   Peraih Medali Perunggu, Liana Tan, Univ. Bina Nusantara
  12.   Peraih Medali Perunggu, Maerel Dhalia Arumnisa, Univ. Diponegoro
  13.   Peraih Medali Perunggu, Cheryl Michelin Pangestu, Univ. Parahyangan
  14.   Peraih Medali Perunggu, Randy Rentanaka, IB IT&B
  15.   Peraih Medali Perunggu, Devi Salsabila, Univ. Airlangga

D. Novice Best Speaker
  1.   Peraih Medali Emas, Feliani, Univ. Tanjungpura
  2.   Peraih Medali Emas, Jodi Satria Affan, Univ. Islam Sultan Agung
  3.   Peraih Medali Emas, Ernest Nathan Handrijono, Univ. Dian Nuswantoro
  4.   Peraih Medali Emas, Kenneth Winston Aurel, Univ. Sam Ratulangi
  5.   Peraih Medali Emas, Leonardo, Univ. Tanjungpura
  6.   Peraih Medali Perak, Rizaldy Wahyudinata Danupoyo, Univ Udayana
  7.   Peraih Medali Perak, Desmery Natalia Tarigan, USU
  8.   Peraih Medali Perak, Faraytodi Gibran, Univ. Andalas
  9.   Peraih Medali Perak, Diah Annisa Aprilia, Univ. Tadulako
  10.   Peraih Medali Perak, Putu Ditha Tilottami Upaningtyas, Univ. Udayana
  11.   Peraih Medali Perunggu, T Angga Djovangka Putra, Poltek Wilmar Bisnis
  12.   Peraih Medali Perunggu, Maria Lucia Dwigama Purba, Univ Negeri Riau
  13.   Peraih Medali Perunggu, Ongky Andriawan, Univ Andalas
  14.   Peraih Medali Perunggu, Muhammad Rayhan Al Farizi, Univ. Islam Indonesia
  15.   Peraih Medali Perunggu, Asri Syawalia, Univ Bangka Belitung

E. Kategori Essay Writing Competition
  1.   1st Winner, Winamora Dapa, Univ Padjajaran
  2.   2nd Runner Up, Immanuel Eka B.W, Univ. Diponegoro
  3.   3rd Runner Up, I Putu Bagus Dimas Pranata, Univ. Presiden 
 F. Kategori Public Speaking Competition
  1.  1st Winner, Jasmine, ASM Cendana
  2.  2nd Runner Up, Yimna Lorinda, STBA Pontianak
  3. 3rd Runner Up, Arif Darmawan Suwardi, Universitas Terbuka

KDMI (Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia).

A. Lomba Debat Bahasa Indonesia
  1.   Juara I Kael Dilon Ezra, Institut Pertanian Bogor
  2.   Juara I Farhan Hanif Putra, Institut Pertanian Bogor
  3.   Juara I Nabil Muhammad Mukhlis, Institut Pertanian Bogor
  4.   Juara II Jhodie Febrinan, Universitas Negeri Malang
  5.   Juara II Laksamana Fadian Zuhad Ramadhan, Universitas Negeri Malang
  6.   Juara II Sofia Ari Murti, Universitas Negeri Malang
  7.   Juara III Muhammad Farhan Azis, Universitas Brawijaya
  8.   Juara III Fahrul Ahyan, Universitas Brawijaya
  9.   Juara III Ghiffary Yovandika Anwaary Fadhillah, Universitas Brawijaya
  10.   Juara III Inkaana Bi Haqqi, Universitas Islam Sultan Agung
  11.   Juara III Veren Ahya Ruskita Vitun, Universitas Islam Sultan Agung
  12.   Juara III Candra Muhammad Yusuf Hidayatullah, Universitas Islam Sultan Agung

B. Pendebat Terbaik Bahasa Indonesia
  1.  Pendebat Terbaik 1 Muhammad Zufar Farhan Zuhdi , Universitas Gadjah Mada
  2.   Pendebat Terbaik 2 Muhammad Rafly Rizky Prayoga, Universitas Gadjah Mada
  3.   Pendebat Terbaik 3 Citra Dewi Harmia, Universitas Negeri Yogyakarta
  4.   Pendebat Terbaik 4 Astrid Ningtyas Febriyanti, Universitas Gadjah Mada
  5.   Pendebat Terbaik 5 Fahrul Ahyan, Universitas Brawijaya
  6.   Pendebat Terbaik 6 Rifky Zachris Diandrio, Universitas Indonesia
  7.   Pendebat Terbaik 7 Gardahadi, Institut Teknologi Bandung
  8.   Pendebat Terbaik 8 Ervin Naufal Arrasyid, Institut Teknologi Bandung
  9.   Pendebat Terbaik 9 Kael Dilon Ezra, Institut Pertanian Bogor
  10.   Pendebat Terbaik 10 Muhammad Ghifari Karsa, Universitas Syiah Kuala
  11.   Pendebat Terbaik 11 Ghiffary Yovandika Anwaary Fadhillah, Universitas Brawijaya
  12.   Pendebat Terbaik 12 Cinta Vidate, Institut Teknologi Bandung

Rabu, 04 Maret 2020

Panduan Program/Kegiatan Kemahasiswaan Tahun 2020

Pedoman/Panduan Pelaksanaan Program/Kegiatan Kemahasiswaan Tahun 2020

  1. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan PIMNAS - Simbelmawa - Materi Bimtek Operator
  2. Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Sarjana dan Diploma 
  3. Kontes Robot Indonesia (KRI)- Panduan Umum
  4. Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKTCBN) 
  5. Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI)
  6. Gelar Mahasiswa Teknologi Informasi (Gemastik)
  7. Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE)
  8. Kontes Jembatan dan Bangunan Gedung Indonesia (KJI-KBGI)
  9. Debat Bahasa Inggris (NUDC)
  10. Debat Bahasa Indonesia (KDMI)
  11. Olimpiade Nasional MIPA (ONMIPA) Pusat Prestasi Kemdikbud
  12. Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQ)
  13. Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS)
  14. Program Hibah Bina Desa (PHBD)
  15. Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) & Ekspo KMI
  16. Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 
  17. SIMKATMAWA 
  18. Pusat Prestasi Nasional Kemdikbud
  19. KIP-Kuliah
  20. Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan


Selasa, 04 Februari 2020

Pengembangan Kemahasiswaan



Disclaimer

Pendidikan tinggi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan. Perguruan tinggi sebagai bagian dari kehidupan global juga dituntut untuk berkontribusi terhadap daya saing bangsa. Untuk itu perguruan tinggi harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (inovasi/invensi) serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kebenaran untuk kepentingan bangsa.
Pengelolaan pendidikan tinggi telah mengalami perubahan paradigma yakni yang semula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Pembelajaran yang semula berpusat kepada dosen menjadi berpusat kepada Mahasiswa. Perguruan tinggi memegang peranan penting dalam mengembangkan potensi mahasiswa dan menghasilkan lulusan yang berkualitas sebagai aset bangsa. Mengembangkan potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa serta menghasilkan lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa.
Mahasiswa sebagai anggota Sivitas Akademika diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri di Perguruan Tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan/atau profesional. Karena itu mahasiswa harus aktif mengembangkan potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, dan/atau penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk menjadi ilmuwan, intelektual, praktisi, dan/atau profesional yang berbudaya. Mahasiswa juga memiliki kebebasan akademik dengan mengutamakan penalaran dan akhlak mulia serta bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik.
Untuk dapat mengembangkan potensi Mahasiswa secara maksimal, maka mahasiswa harus mendapatkan layanan Pendidikan sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kemampuannya, melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses Pendidikan, sehingga mahasiswa dan lulusan memiliki kompetensi hardskill dan softskill secara terintegrasi atau kecerdasan komprehensif.

Blog ini merupakan Unofficial Blog yang memuat penjelasan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan atau ekstrakurikuler yang difasilitasi oleh Ditjen Dikti.


Salam Student First.


Widyo Winarso
Kepala Subdit Organisasi Mahasiswa Ditjen Dikti 2008-2010
Kepala Subdit Kemahasiswaan; Penalaran dan Kreativitas Ditjen Dikti 2011-2017

Paparan: Sasaran, Program dan Kegiatan Kemahasiswaan
jadwal-sholat

Selasa, 30 April 2019

Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI)

Pengantar

Dalam rangka mendorong mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensi diri sebagai Mahasiswa yang memiliki kreativitas, serta untuk menumbuhkan minat dan bakat dalam bidang seni khususnya film, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan berbagai kegiatan antara lain festival film bagi mahasiswa.
Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an. meskipun pada awal tahun 1990-an sempat tidur panjang namun seiring dengan munculnya sineas–sineas muda kreatif yang bergerak mandiri (Indie) di awal tahun 2000an membuat dunia perfilman di tanah air akhirnya bangkit kembali. Berbagai film karya anak muda kreatif kembali meramaikan bioskop – bioskop yang sebelumnya diserbu oleh fillm – film dari negeri barat. 
Menyadari pentingnya mengukur kompetensi mahasiswa dalam membuat sebuah film yang berkualitas dengan membawa pesan kebaikan bagi penontonnya, Direktorat Jenderal  Pendidikan Tinggi memandang penting untuk diadakan Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI). 
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang positif bagi mahasiswa se-Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berpikir kritis dan berkomunikasi dalam menyikapi kondisi sosial yang ada di masyarakat dan memberikan solusi yang tepat dengan menggunakan media film. Dalam ajang ini akan diperebutkan PIALA BERGILIR MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN untuk perguruan tinggi yang berhasil memperoleh pemengang terbanyak pada beragam kategori. 

Tahapan Lomba/Festival

  1. Pendaftaran: pengiriman karya film sesuai Panduan Kegiatan Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 
  2. Kurasi: Kegiatan penyeleksian karya film yang akan diikutsertakan dalam FFMI yang terdiri  Seleksi Administrasi (meliputi kelengkapan formulir pendaftaran, legalitas sound effect, clip video, daftar crew dan talent) dan Seleksi Kelayakan Film. 
  3. Screening: Pemutaran seluruh Film yang ikut dalam FFMI yang telah lolos seleksi administrasi oleh panitia. Film akan ditayangkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan panitia dan panitia menyiapkan Live video Streaming bagi peserta dari luar kota yang tidak bisa hadir pada tahapan screening tersebut. 
  4. Penjurian: Kegiatan penyeleksian karya film peserta yang telah lolos kurasi Film oleh Dewan Juri nasional yang telah dipilih untuk menentukan maksimal 20 (dua puluh) Film yang layak ikut seleksi berikutnya.
  5. Workshop: Kegiatan sharing ataupun berbagi ilmu serta tanya jawab antara peserta festival dan peserta workshop dengan dewan juri yang merupakan sutradara atau artis nasional yang telah menghasilkan banyak karya dan memiliki prestasi. 
  6. Presentasi: Kegiatan penyeleksian akhir karya film peserta dengan cara mengundang peserta yang telah lolos seleksi untuk mempresentasikan film yang dibuat didepan 3 Juri Nasional sebagai salah satu pertimbangan dalam penentuan pemenang. Juri akan memilih nominator dari setiap kategori dan kemudian akan ditentukan pemenang untuk menerima Anugerah FFMI.
  7. Malam Anugerah: Acara puncak yang merupakan malam pengumuman para nominasi serta para pemenang nominasi.

Ketentuan Umum

  1. Film yang diproduksi dan dikirimkan adalah film karya warga negara Indonesia.
  2. Musik/lagu yang digunakan dalam film tidak diperkenankan menggunakan ciptaan orang lain, kecuali ada ijin tertulis, termasuk penggunaan cuplikan gambar/klip. 
  3. Isi film tidak mengandung unsur : SARA, Pornografi, dan Politik. 
  4. Tema film disesuaikan/kontekstual
  5. Jenis film yang dilombakan adalah Fiksi / Film Pendek. 
  6. Film yang didaftarkan paling lama film produksi satu atau dua tahun
  7. Mengisi formulir pendaftaran. 
  8. Film yang pernah diikutsertakan ke dalam festival FFMI sebelumnya tidak boleh diikutsertakan lagi di festival ini. 
  9. Karya dikirim dengan data file dalam flash-disk dengan format MOV/MP4. serta wajib menyertakan tautan URL Youtube.
  10. Durasi film maksimal 10 (sepuluh) menit sudah termasuk bumper awal dan akhir, berwarna dan bersuara.
  11. Film yang dibuat apabila menggunakan dialog / narasi bahasa daerah atau asing, maka harus diberi subtitle Bahasa Indonesia.
  12. Peserta boleh mendaftarkan lebih dari satu film.
  13. Produser, Sutradara, Cameraman, dan Penulis Skenario / Naskah film adalah mahasiswa aktif terdaftar di PD-Dikti. (dibuktikan dengan KTM dan screenshoot PD DIKTI) 
  14. Peserta wajib memahami dan mematuhi keseluruhan peraturan FFMI

Ketentuan tambahan

  1. Materi film (model, lokasi, dll) diluar tanggung jawab panitia.
  2. Karya Film adalah untuk kebutuhan apresiasi dan tidak dikomersilkan. 
  3. Kriteria penilaian dititik beratkan pada isi dan ide cerita, teknik pembuatan dan kreatifitas serta orisinalitas.
  4. Peserta bertanggungjawab penuh atas orisinalitas semua materi dalam film yang dikirimkan dan wajib menyertakan surat orisinalitas film
  5. Wajib menyertakan suat izin dari pemegang hak cipta yang bersangkutan apabila menggunakan materi non - orisinil.
  6. Panitia penyelenggara tidak bertanggungjawab terhadap adanya tuntutan akibat pelanggaran hak cipta yang diakibatkan oleh tindakan peserta.
  7. Hak cipta karya tetap menjadi milik peserta lomba. Khusus untuk kepentingan publikasi festival, penyelenggara dapat menggunakan cuplikan, sebagian materi dari karya peserta.
  8. Jika dikemudian hari ternyata didapatkan bukti bahwa karya pemenang bukan karya sendiri, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan serta hadiah yang sudah diberikan.
  9. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

Peserta

Peserta FFMI adalah mahasiwa utusan dari perguruan tinggi, dengan persyaratan : 
  • Peserta adalah mahasiswa yang masih aktif di perguruan tinggi dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), atau Surat aktif pada tahun pelaksanaan kegiatan dan merupakan mahasiswa yang terdaftar pada program Sarjana atau Diploma di Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdikbud diseluruh wilayah indonesia dan terdaftar pada pada laman PD-DIKTI
  • Tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) / Himpunan Mahasiswa (HIMA) yang berminat dalam bidang seni / film, dibuktikan dengan Surat Rekomendasi atau Surat Tugas yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi yang bersangkutan Panduan Kegiatan Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI)
  • Peserta wajib menyertakan SK Pendirian Oganisasi Mahasiswa (HIMA / UKM) d. Mahasiswa peserta harus terdaftar dan tergabung dalam satu perguruan tinggi yang sama.
  • Panitia akan memberikan ID Card kepada peserta FFMI yang hadir 
  • Peserta dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan. 

Mekanisme Penjurian

Tahap 1: Administrasi
  • Lolos dalam proses administrasi dan telah sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dalam FFMI (meliputi kelengkapan formulir pendaftaran, legalitas sound effect, clip video, daftar crew dan talent) 
  • Layak dari sisi: Orisinalitas, ide cerita, kualitas gambar, teknik pembuatan dan kreatifitas 
Tahap 2: Desk evaluasi
Parameter penilaian meliputi : 
  • Orisinalitas / keaslian project Film 
  • Ide Cerita (Kejelasan informasi dan pesan yang disampaikan) 
  • kualitas gambar (pixle, angle, lighting, dll) d. teknik pembuatan (sinematografi dan visual effect) 
  • kreatifitas (Keunikan dan daya tarik) 
3. Tahap 3: Presentasi

Parameter penilaian meliputi : 
  • Presentasi Proses Pra Produksi (penulisan naskah skenario, persiapan produksi, Casting, dll) 
  • Presentasi Proses Produksi (Lokasi Shooting, Peralatan, Manajemen Produksi) 
  • Presentasi Proses Pasca Produksi (Editing, efek 'visual' grafis, Dubbing, dll) 
  • Kemampuan mempresentasikan ide 
  • Etika & Sikap saat presentasi Waktu yang diberikan untuk setiap penampil adalah 30 Menit, 20 Menit Presentasi dan 10 Menit tanya jawab. 

Predikat Pemenang/Nominasi


Dua puluh finalis akan memperebutkan piala Bergilir dengan 10 nominasi, yaitu:
  1. Film Terbaik, 
  2. Sutradara Terbaik, 
  3. Aktor Terbaik, 
  4. Aktris Terbaik,
  5. Penyunting Gambar Terbaik,
  6. Penata Gambar Terbaik, 
  7. Penata Suara Terbaik, 
  8. Ide Cerita Terbaik, 
  9. Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan 
  10. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik

Entri yang Diunggulkan

Perubahan Mendasar Kebijakan Bidang Kemahasiswaan

Semua kalangan pendidikan tinggi pasti tahu apa itu kampus merdeka dan merdeka belajar; salah satu episode kebijakan Mas Menteri Dikbud. Te...